JAKARTA, AKURATNEWS.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pelaku penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner sebagai sosok yang dipenuhi kebencian mendalam, terutama terhadap ajaran Kristen.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan isi catatan atau manifesto pelaku menunjukkan seseorang dengan kebencian terhadap umat Kristen.

“Dia sudah lama memiliki banyak kebencian di dalam hatinya,” ujar Trump, Minggu waktu setempat. Ia menilai motif pelaku sangat dipengaruhi sikap anti-Kristen, demikian dilansir dari New York Times.

Trump juga menyinggung kondisi keluarga pelaku yang disebut mengetahui masalah yang dihadapi tersangka. Menurutnya, keluarga seharusnya dapat melaporkan kondisi tersebut lebih tegas kepada pihak berwenang.

“Saya membenci orang seperti ini, orang yang sakit, orang jahat. Saya membenci seseorang seperti itu yang bisa mengubah arah negara kita,” kata Trump.

Ia juga memuji respons cepat Secret Service dalam menggagalkan serangan tersebut. Menurut Trump, pelaku sempat bergerak cepat seperti pemain NFL (National Football League) sebelum akhirnya dihentikan sebelum mencapai area gedung.

Ke depan, Trump kembali menegaskan rencananya membangun ballroom baru dengan sistem keamanan tinggi di area Gedung Putih. Fasilitas itu disebut akan dilengkapi kaca antipeluru setebal hampir empat inci serta perlindungan terhadap ancaman drone.

Pelaku diketahui bernama Cole Allen dan ditangkap di Hotel Washington Hilton pada Sabtu waktu setempat. Jaksa Agung sementara Todd Blanche menyebut pelaku hampir menembus perimeter keamanan sebelum berhasil dihentikan aparat.

Penyelidik juga menemukan sejumlah catatan tertulis di hotel yang berisi rencana penargetan pejabat pemerintahan Trump, serta konten bernada anti-Trump dan anti-Kristen di akun media sosial pelaku.

By Editor1