JAKARTA, AKURATNEWS.co – Universitas Mercu Buana (UMB) memperkuat infrastruktur kampus dengan meresmikan dua fasilitas baru sekaligus: UMB Store dan Hall Badminton.

Peresmian digelar Selasa (28/4) dan dihadiri jajaran pimpinan universitas serta pengurus Yayasan Menara Bhakti.

Hadir dalam acara tersebut Rektor UMB Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, serta Anggota Pembina Yayasan Menara Bhakti Rindangsari Kurniawati, M.A. beserta jajaran pengurus yayasan.

Rektor Andi Adriansyah menegaskan, UMB Store dirancang sebagai katalis lahirnya wirausahawan muda kampus yang disebut MercuPreneur.

“Melalui launching ini, Universitas Mercu Buana menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya menghasilkan pelaku usaha, tetapi juga membentuk karakter, daya saing, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Andi.

Profesor peneliti robot humanoid itu berharap UMB Store mendorong mahasiswa bertumbuh, bersinar, dan memberi dampak luas bagi ekonomi kreatif Indonesia. Langkah ini bagian dari visi jangka panjang UMB mengintegrasikan semangat kewirausahaan ke dalam kehidupan akademik.

Untuk Hall Badminton, Andi menyebut fasilitas olahraga itu bukan sekadar arena bermain, melainkan tempat persemaian karakter.

“Badminton Hall adalah ruang di mana nilai-nilai yang tidak bisa diajarkan di dalam kelas akan tumbuh secara alami: disiplin, kerendahan hati dalam kekalahan, kebesaran jiwa dalam kemenangan, dan semangat yang pantang padam,” ujarnya.

Menurut Andi, kebesaran perguruan tinggi tidak diukur dari luas lahan, tapi dari kekuatan komunitas. Komunitas kuat lahir dari interaksi tulus di lorong kampus, kantin, lapangan olahraga, hingga ruang-ruang baru yang diresmikan.

“Ini identitas Mercu Buana yang sesungguhnya bahwa lulusan kampus ini bukan hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga tangguh dalam menghadapi kehidupan nyata,” tegasnya.

Anggota Pembina Yayasan Menara Bhakti, Rindangsari Kurniawati, M.A., menilai peresmian ini lebih dari seremoni.

“Peresmian ini bukan sekadar seremoni fasilitas. Ini adalah bentuk komitmen terhadap pendidikan sebagai investasi bangsa bahwa kita sungguh-sungguh menyiapkan generasi, bukan sekadar membangun gedung,” kata Rindangsari.

Ia menekankan, potensi individu tak berkembang tanpa lingkungan pendukung. Dua fasilitas baru itu, menurutnya, wujud kesadaran kampus menyediakan ekosistem, bukan hanya ruang belajar formal.

“Potensi individu tidak berkembang tanpa lingkungan yang mendukung. Kita tidak bisa meminta mahasiswa bertumbuh, sementara kita tidak menyiapkan tanahnya. Inilah tanah itu,” tegasnya.

Peresmian UMB Store dan Hall Badminton sejalan dengan tren penguatan ekosistem kampus di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Mutu pendidikan tinggi kini tak hanya ditentukan kurikulum, tapi juga kualitas lingkungan fisik dan sosial bagi mahasiswa. Bagi UMB, ini menjadi tonggak penting transformasi kelembagaan yang terus berjalan. (NVR)

By editor2