SURABAYA, AKURATNEWS.co – Di tengah gempuran digitalisasi dan budaya global, Festival Kebangsaan GEMA KAMPUS kembali digelar sebagai ruang temu generasi muda untuk menautkan kembali jati diri bangsa.
Tahun ini, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggandeng Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), PAPPRI, dan gerakan Akar Indonesia menggelar seri ke-7 pada 8–9 Mei 2026 di Kampus UNESA.
Mengusung tema ‘Mengenal Diri, Mengenal Indonesia’ festival ini menolak jadi sekadar seremonial. Ia hadir sebagai gerakan kultural yang memadukan refleksi, inovasi, dialog, kreativitas, dan perayaan dalam satu napas.
Selama dua hari, publik disuguhi agenda yang dirancang bukan untuk ditonton, tapi untuk dihidupi. Agenda itu adalah:
1. Kompetisi Content Creator: Ruang bagi generasi digital menulis narasi kebangsaan lewat medium mereka.
2. Pameran Inovasi & Pop Art Market. Etalase karya kreatif anak bangsa dan UMKM.
3. Coaching Clinic. Belajar langsung dari praktisi ternama di bidang kreatif dan teknologi.
Pagi hari di Graha UNESA, dialog interaktif “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia” menghadirkan Alffy Rev, Shanna Shannon, Kaka Slank, Novia Bachmid dan Once Mekel. Mereka berbagi kisah pencarian jati diri di tengah dunia yang berubah cepat.
Acara dibuka Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, http://M.Kes. dan dipandu Dr. Al-Zastrouw. Di momen ini, pemenang Kompetisi Content Creator diumumkan, penanda bahwa cerita Indonesia hari ini juga ditulis anak muda lewat konten.
Siang harinya, forum gagasan MRPTNI Rector’s Expressions (REx) Chapter 3 mengangkat tema “Sejarah dan Budaya sebagai Rute Peradaban dan Energi Potensial Bangsa.”
Para rektor, akademisi, dan pemangku kebijakan merumuskan pentingnya sejarah-budaya sebagai keunggulan komparatif untuk mengaktivasi “DNA” karakter bangsa.
Sambutan disampaikan Rektor UNESA Prof. Nurhasan, Ketua MRPTNI Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, dan Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, ST., http://M.Eng., Ph.D. Pidato kunci oleh Kepala BRIN Prof. Dr. Ir. Arif Satria, SP, http://M.Si.
Diskusi diperkaya Hilmar Farid, Ph.D, mantan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek 2015–2024, dan Muhammad Najib Azca, Ph.D, Kepala OR IPSH BRIN. Dimoderatori Rektor UM Prof. Dr. Haryono, http://M.Pd.
Puncak festival ditutup Konser Kebangsaan. Lintas generasi naik panggung: Ki Ageng Ganjur, Alffy Rev, Slank, Once Mekel, Novia Bachmid, Dwiki Darmawan, Ita Purnamasari, Shanna Shannon, Endah Laras, Joko Porong, hingga Ketua Umum PAPPRI Tony Wenas.
Konser ini jadi perayaan bahwa Indonesia hidup bukan cuma di buku sejarah, tapi di getaran musik dan pengalaman kolektif.
Rektor UNESA, Prof. Nurhasan, menegaskan keterlibatan UNESA adalah komitmen menjadikan kampus ruang hidup nilai kebangsaan.
“Mengenal Indonesia harus dimulai dari keberanian mengenal diri sendiri,” ujarnya.
Ketua MRPTNI, Prof. Eduart Wolok, menyebut GEMA KAMPUS sebagai manifestasi PTN bukan hanya pusat ilmu, tapi pusat peradaban.
“Sejarah dan budaya harus jadi sumber daya strategis bangun daya saing global,” katanya.
Bagi Alffy Rev, festival ini buka ruang ekspresi cinta Indonesia lewat medium yang dekat anak muda.
Sementara Kaka Slank menegaskan, “Kebangsaan adalah energi yang harus terus dirawat, bukan hanya dalam wacana, tetapi dalam karya, solidaritas, dan aksi nyata.”
GEMA KAMPUS seri 7 mengundang mahasiswa, pelajar, komunitas kreatif, akademisi, dan masyarakat luas untuk hadir dan terlibat. Ini bukan tontonan, tapi pengalaman untuk merasa, berpikir, dan bergerak bersama.
“Di tengah dunia yang terus berubah, mengenal diri dan mengenal Indonesia menjadi perjalanan yang semakin penting,” tutup panitia. (NVR)
