PATI, AKURATNEWS.co — Kasus dugaan pencabulan yang menjerat Mbah Ashari kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, istri tersangka angkat bicara dan mengakui bahwa dirinya memang berada di lingkungan pesantren, saat suaminya diduga melakukan perbuatan tak terpuji terhadap sejumlah santriwati. Namun, ia mengaku tidak memiliki keberanian maupun kekuatan untuk melawan.

Dalam pengakuannya, ia menyebut kasus yang menimpa suaminya menjadi cobaan berat yang harus dihadapi keluarganya. Menurutnya, banyak orang mempertanyakan apakah dirinya mengetahui tindakan sang suami selama ini.

“Kasus yang menerpa suami saya memang sangat berat untuk saya jalani. Banyak orang bertanya-tanya, apakah benar saya tahu apa yang dilakukan suami. Jujur, ada saat-saat di mana saya melihat hal yang tidak biasa,” ungkapnya.

Ia mengaku pernah memergoki Mbah Ashari sedang berduaan di dalam kamar bersama salah satu santriwati. Namun saat itu, dirinya tidak mampu berbuat banyak.

“Pernah suatu kali saya masuk ke dalam kamar dan mendapati suami sedang berduaan dengan salah satu santriwati. Saat itu saya tidak bisa marah. Bukan karena saya setuju, tapi ada rasa sungkan dan takut yang luar biasa,” tuturnya.

Menurut sang istri, sosok Mbah Ashari di lingkungan pondok bukanlah orang biasa. Ia menyebut suaminya dianggap memiliki kemampuan supranatural layaknya seorang wali, sehingga segala perkataannya dipandang sebagai perintah yang harus ditaati.

Ia mengatakan doktrin tersebut sangat kuat dan memengaruhi banyak orang di pesantren, termasuk dirinya sendiri. Karena itu, ia merasa tidak memiliki daya untuk menentang ataupun melaporkan kejadian yang dilihatnya.

“Memang benar, saat kejadian berlangsung saya sering berada di sekitar pondok. Saya ada di sana, tapi saya merasa tidak berdaya menghadapi suami,” katanya sambil menangis.

Kini, setelah Mbah Ashari ditangkap di Wonogiri dan dibawa ke Polresta Pati, sang istri hanya bisa pasrah. Ia mengaku hancur setelah mendengar dugaan jumlah korban mencapai puluhan orang.

“Saya tahu masyarakat banyak yang menyalahkan saya, karena saya dianggap membiarkan. Namun inilah kenyataan pahit yang saya hadapi, di bawah pengaruh doktrin yang sangat kuat. Sekarang, biarlah proses hukum yang berjalan. Saya hanya berharap keadilan yang seadil-adilnya bagi semua korban,” ujarnya berlinang air mata.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Polisi terus mendalami keterangan saksi dan korban guna mengungkap seluruh fakta yang terjadi./Agn. Foto: Istimewa.

By Editor1