JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Webinar: “Pilah Pilih Informasi Di Ruang Digital”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Rabu, 5 April 2023 melalui platform zoom meeting.
Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Drs. H.M. Syaiful Bahri Anshori, M.P yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua adalah Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI, Dr. Titin Nurhidayati, S.Ag., M.Pd selaku Direktur Pascasarjana Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember, serta Khasanah Ilmi SP.d selaku Fasilitator PC.Fatayat NU kab lumajang.
Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Webinar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan media sosial secara optimal untuk berbagai kebutuhan, sebagai sarana untuk bersosialisasi.
Baca artikel lainnya: Merasa Tidak Wajar Dicopot Ketua KPK, Brigjen Endar Melapor ke Dewan Pengawas
Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo; mengedukasi tentang cara membangun personal branding melalui sosial media; Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.
Sesi paparan diawali oleh sambutan dari Drs. H.M. Syaiful Bahri Anshori, M.P. Dalam paparannya, Syaiful Bahri menerangkan bahwa,
“Di ruang digital terdapat banyak informasi dan dari berbagai sumber. Informasi tersebut yang kita jalani dalam kehidupan nyata pada saat ini, pada realitanya kita sangat membutuhkan informasi lebih mengenai digital, dengan kegiatan ini dapat memberikan kita yang mengikuti kegiatan ini sanganlah bermanfaat,” terang Syaiful Bahri, pada hari Rabu, 5 April 2023
Paparan kedua disampaikan oleh Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.S.c melalui tampilan video. Dalam video tersebut Semuel menjelaskan bahwa.
Baca artikel lainnya: Raffi Ahmad Akhirnya Klarifikasi Soal Sumber Kekayaannya
“Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital,” terang Semuel.
Pemaparan ketiga disampaikan oleh Dr. Titin Nurhidayati, S.Ag. Beliau memaparkan seperti Pemanfaatan media sosial di Indonesia saat ini berkembang luar biasa.
“Media sosial muncul dalam media baru dan selalu mendapat sambutan yang hangat dari pengguna internet. Media sosial mengijinkan kita untuk dapat bertukar informasi dengan semua orang yang merupakan sesama pengguna media tersebut. Perilaku penggunaan media sosial pada masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif, membuat informasi yang benar dan salah menjadi bercampuraduk. Keberadaan internet sebagai media online membuat informasi yang belum terverifikasi benar dan tidaknya tersebar cepat. Hanya dalam hitungan detik, suatu peristiwa sudah bisa langsung tersebar dan diakses oleh pengguna internet melalui media sosial,” papar Titin Nurhidayati.
Pemaparan terakhir disampaikan oleh Khasanah Imi SP.d. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,
Baca artikel lainnya: Anas Urbaningrum Bebas 10 April 2023
“Memilah informasi dari internet sangatlah penting. Ibaratnya, internet adalah tanah tak bertuan. Tak ada aturan disini, semua bebas berbicara. Jika kita tidak memilah informasi, bisa jadi informasi yang seharusnya berguna bagi kita justru berbalik arah menjadi informasi yang tidak berguna. Karena itu biasakanlah untuk memilah informasi supaya informasi dapat berguna,” paparr Khasanah.
Lebih lanjut Khasabah Ilmi menambahkan, “Memilah informasi juga menghindarkan kita dari sasaran hoaks. Minimnya pengawasan di internet menjadikan internet sarana menyebarkan informasi yang sangat aman. Kita bebas membuat akun anonymous dan menyebarkan informasi sekehendak kita. Jika tidak hati-hati. Kita bisa saja termakan berita hoaks, berita yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu. Imbasnya, kita akan ikut andil menyebarkan hoaks, mengikuti dan mempercayai berita hoaks tersebut karena kita tidak tahu kalau berita itu adalah berita hoaks,” tambahnya./Ib.
