JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dinding kampus Universitas Mercu Buana (UMB), Selasa (2/5) penuh dengan poster, logo dan instalasi visual.
Ada karya mahasiswa UMB, ada juga karya dari Zhejiang Wanli University dan East China University of Science and Technology.
Itulah wajah International Symposium and Exhibition on Branding yang digelar UMB selama dua hari. Bukan sekadar pameran tugas akhir, tapi ini juga jembatan nyata antara Jakarta, Ningbo, dan Shanghai.
Zhang Yiping dari Zhejiang Wanli membuka pameran dengan satu kalimat sederhana:
“Branding bukan soal logo, tapi soal cerita,” ucapnya.
Di sebelahnya, Jian Sun dari East China University mengamini. Sementara Wakil Rektor UMB, Dr. Irmulansati Tomohardji melihat deretan karya mahasiswa ini tak sekadar komunikasi antar budaya.
“Bagi kami, ini lebih dari pameran. Ini cara membangun komunikasi antar budaya. Indonesia dan China bisa saling belajar lewat desain,” ujar Irmulsanti.
Di balik pameran, juga ada target besar UMB: mengirim lebih banyak mahasiswa ke China. Tapi bukan ke sembarang kota. Untuk seni, komunikasi, dan desain, UMB memilih Ningbo lewat Zhejiang Wanli dan Shanghai lewat East China University.
“Kalau teknik, kami ke Beijing Institute of Technology. Tapi untuk desain, fokus kami dua kota ini,” jelas Irmulansati.
Ambisi UMB tidak berhenti di China. Rusia, Korea, Taiwan, Arab Saudi, India, sudah masuk radar kerja sama.
Lewat skema International Undergraduate Program (IUP), mahasiswa yang ikut wajib punya pengalaman kuliah di luar negeri. Syaratnya: TOEFL minimal 500, dan siap menambah biaya hidup sendiri.
“Mereka bisa pilih ke Malaysia, Korea, atau negara lain. Yang penting, mereka mulai menabung dari sekarang,” kata Irmulansati.
Alasan soal mereka diberangkatkan di semester 6, Irmulsanti menyebut, saat itu mahasiswa sudah punya bekal ilmu untuk skripsi di luar negeri.
‘Nantinya ijazah tetap dari UMB. Bedanya, di sertifikat akan tertulis: pernah studi satu tahun di luar negeri,” lanjutnya.
Acara ini sendiri akan ditutup Rabu sore dengan simposium dengan pembicara Zhang Yiping, Director of Sino-German Faculty of Branding, Zhejiang Wanli University
Lalu Jian Sun, Deputy Secretary of the Party Committee, School of Art, Design and Media, East China University of Science and Technology dan Dr. Irmulansati Tomohardjo, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kelembagaan UMB
Tiga pembicara, tiga perspektif, satu tujuan ini membuat UMB naik kelas ke level internasional.
Dan lewat karya desain di dinding galeri itu, langkah pertama sudah terlihat nyata. (NVR)
