JAKARTA, AKURATNEWS.co – Malaysia gagal memiliki rudal serang Angkatan laut NSM canggih, setelah Norwegia membatalkan penjualannya ke Negri Jiran.
Norwegia dilaporkan meminta maaf kepada Malaysia atas pembatalan izin ekspor untuk sistem Rudal Serang Angkatan Laut (NSM), tetapi tetap mempertahankan keputusannya untuk mencabut kesepakatan tersebut, media lokal melaporkan pada hari Minggu.
Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengatakan masalah ini diangkat selama pertemuan bilateral dengan mitranya dari Norwegia, Tore O. Sandvik, di sela-sela Dialog Shangri-La akhir pekan di Singapura, lapor Malay Mail.
“Saya bertemu dengan mitra saya dari Norwegia dan dia menyampaikan permintaan maafnya, tetapi juga menjelaskan dasar pembatalan tersebut,” kata Khaled, dilansir dari Sindonews.
Baca Artikel Lainnya: AS-Iran Saling Serang Di Tengah Perundingan Damai
Berita ini muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengkritik keputusan Oslo, memperingatkan bahwa pembatalan tersebut dapat secara signifikan mengganggu kesiapan pertahanan Malaysia dan mengubah dinamika keamanan regional yang lebih luas.
Berikut 3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
1. Demi Keamanan Nasional
Norwegia dilaporkan membenarkan langkah tersebut dengan alasan keamanan nasional, alasan yang oleh Anwar disebut “sepihak dan tidak dapat diterima.”
Perselisihan tersebut berpusat pada akuisisi sistem rudal anti-kapal NSM oleh Malaysia sebagai bagian dari program modernisasi Kapal Tempur Pesisir (Littoral Combat Ship) negara tersebut, komponen kunci dari strategi angkatan laut jangka panjang Kuala Lumpur.
Baca Artikel Lainnya: Rusia Luncurkan Rudal Sinerva Berkecepatan March 24 yang Ditakuti NATO
2. Hanya untuk Sekutu
Kementerian Luar Negeri Norwegia mengatakan ekspor beberapa teknologi pertahanan Oslo yang “paling sensitif” akan dibatasi hanya untuk “sekutu dan mitra terdekatnya.” Kementerian Luar Negeri Norwegia membela keputusan untuk mencabut izin ekspor yang terkait dengan sistem rudal angkatan laut untuk Malaysia setelah Kuala Lumpur memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memengaruhi kepercayaan pada pemasok pertahanan Eropa.
3. Berteknologi Canggih
Malaysia telah menyetujui kesepakatan untuk sistem rudal anti-kapal NSM dengan Kongsberg Defence & Aerospace Norwegia pada tahun 2018. Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengatakan bahwa pemerintah telah membayar sekitar 95% dari kontrak tersebut. Menurut Kongsberg, NSM adalah rudal subsonik yang dapat digunakan untuk menyerang target di laut dan darat.
Baca Artikel Lainnya: Segini Harga Drone Canggih MQ 9 Reaper Milik AS yang Ditembak Jatuh Iran
Rudal ini juga memiliki kemampuan meluncur di atas permukaan laut dan dilengkapi dengan “Pengenalan Target Otonom,” kata perusahaan itu di situs webnya./Ib.Foto: Istimewa.
