JAKARTA, AKURATNEWS.co – Emiten sektor peternakan dan pengolahan daging, PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DSFI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 pada Jumat (26/6) di Jakarta.

Rapat berlangsung secara hybrid (fisik dan daring lewat eASY.KSEI) dan disahkan dengan kuorum lebih dari 50 persen saham, yang memenuhi ketentuan POJK No.15/2020 dan No.14/2025.

Dalam RUPST ini, Direksi melaporkan perbaikan signifikan di tengah tekanan biaya industri:

– Pendapatan: Rp82,21 miliar (+5,10 persen YoY)
– Laba bruto: Rp15,51 miliar (+83,67 persen YoY)
– Laba bersih: Rp6,90 miliar (+41,05 persen YoY), marjin naik dari 6,26 persen ke 8,40 persen.
– Arus kas operasi: Berbalik positif menjadi Rp9,13 miliar dari negatif Rp8,60 miliar di 2024
– Rasio lancar: 13,24 kali; DER turun jadi 0,12 kali, hal ini berarti risiko keuangan makin sehat

Pengesahan laporan keuangan sendiri wajar tanpa pengecualian dari KAP Ramdany. Hal ini mengisyaratkan perusahaan diberikan pembebasan tanggung jawab penuh ke pengurus

Penggunaan laba: Rp200 juta masuk cadangan wajib; Rp6,70 miliar ditahan penuh untuk modal kerja dan ekspansi jaringan distribusi, artinya tidak ada dividen tunai tahun ini.

Dalam RUPST ini juga mengangkat pengurus baru yang diangkat kembali hingga RUPST 2031 yakni:

– Direksi: Aditiya Fajar Junus (Direktur Utama), Henry Saputra (Direktur).

– Komisaris: Ferry Saputra (Utama), Billy Sarikho (Independen)

Untuk Auditor dan Remunerasi, kewenangannya diserahkan ke Dewan Komisaris untuk penunjukan KAP 2026 dan penetapan gaji/honorarium pengurus

Direksi juga menyampaikan laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang dicatatkan pada 18 Juli 2022.

Dari total hasil emisi sebesar Rp5,78 miliar, realisasi penyaluran dana mencapai Rp54,45 miliar atau 84,78% dari rencana penggunaan. Laporan ini bersifat informasi dan tidak memerlukan persetujuan pemegang saham..

“Pertumbuhan laba didorong efisiensi biaya dan peningkatan harga jual karkas. Laba ditahan menjadi modal utama mempertahankan daya saing jangka panjang,” ujar Billy Sarikho selaku Komisaris Independen. (NVR)

By editor2