JAKARTA, AKURATNEWS.co –  Kabar  yang menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan dijual ke pihak asing tetapi urung dilakukan. Hl itu pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun hal itu batal terjadi karena dirinya menolak rencana tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Gita Amperiawan,  Prabowo justru sangat mendukung pengembangan industri dirgantara Tanah Air. Presiden bahkan menyarankan PTDI berkolaborasi dengan pemain industri penerbangan global.

“Bapak Presiden itu sangat mendukung perkembangan PTDI. Bapak Presiden tentunya menyarankan agar, karena pelaku global industri kan, aeronautika kan banyak, kita berkolaborasi. Jadi kita membangun strategi kolaborasi,” sebut Gita, seperti dilansir dari Detikcom, Jumat (17/07).

Gita menyebut perintah tersebut menjadi arahan yang dilakukan PTDI. Oleh karena itu, setiap pengadaan alutsista udara diupayakan memberikan manfaat maksimal bagi industri, misalnya melalui skema offset atau timbal balik industri, serta kerja sama industri.

“Arahan khususnya kan sebetulnya di banyak pengadaan alutsista udara, kita harus bisa mendapatkan benefit yang maksimal, itu yang kita kerjakan. Itu yang PTDI selalu kerjakan, baik melalui offset ataupun industrial collaboration agreement, supaya mendapatkan manfaat yang maksimum bagi industri pertahanan kita,” terang Gita.

PTDI Dipindahkan ke Bandara Kertajati

Disisi lain, pemerintah justru punya rencana untuk memindahkan kegiatan operasional PT Dirgantara Indonesia (PTDI) seiring dengan penyiapan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, sebagai kawasan industri kedirgantaraan nasional.

Rencana tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTDI dan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) pada hari ini (15/7).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan Kertajati sebagai bandara sekaligus Aerospace Industrial Zone atau kawasan industri kedirgantaraan.

“Tadi kami menyaksikan sebuah penandatanganan MOU antara PTDI dan PT BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk bisa mengembangkan Kertajati, area Kertajati, menjadi kawasan yang menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan,” ujar AHY dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (15/7) Dikutip Detikfinance.

AHY menjelaskan Kertajati dianggap menjadi lokasi yang ideal untuk pengembangan bisnis PTDI. Selain Bandung yang semakin padat, kawasan Kertajati mempunyai lahan yang lebih luas dan terhubung dengan kawasan industri di Bekasi, Karawang, Purwakarta, Pelabuhan Patimban, hingga Cirebon, dan Jawa Tengah.

Ia menyebut fasilitas PTDI di Bandung direncanakan akan menjadi pusat riset dan inovasi bagi perusahaan. Sementara untuk kegiatan operasional sendiri akan dipindah ke kawasan Kertajati.

Gita Amperiawan mengatakan perusahaan sebenarnya telah memanfaatkan Bandara Kertajati untuk uji terbang pesawat tanpa awak atau UAV MALE dan pesawat N219.

Menurutnya, Bandara Husein Sastranegara di Bandung sudah tidak memadai lagi karena merupakan kawasan padat penduduk. Selain itu, runway Husein sepanjang sekitar 2.400 meter dinilai kurang ideal untuk uji terbang perdana pesawat baru yang membutuhkan landasan lebih panjang demi alasan keselamatan.

“Untuk yang pertama kali pesawat itu terbang, untuk pertama kali pesawat itu didesain, memerlukan runway disarankan adalah 3 kilometer. Untuk apa? Kalau take off, itu harus aman. Bandung yang kurang lebih 2,400 meter sudah tidak bisa lagi digunakan bagi industri manufaktur aircraft,” jelas Gita.

Gita menambahkan PTDI merupakan pemasok komponen pesawat bagi pemain global seperti Airbus hingga Boeing. Adapun PTDI harus mengirim barang ke Jakarta terlebih dahulu sebelum dikirim ke Airbus hingga Boeing.

Dengan begitu melalui kerja sama tersebut, pengiriman diharapkan bisa langsung dilakukan lewat Bandara Kertajati./Ib. Foto: PT. Digantara Indonesia.

By Editor1