KUPANG, AKURATNEWS.co – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang laut Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15/8 pukul 04.58.24 WIB.
Pusat gempa berada 38 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 km.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, namun dicabut pukul 07.31.30 WIB setelah tidak ada kenaikan muka air laut signifikan.
Hingga pukul 08.00 WIB, data sementara mencatat satu orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka.
Berdasarkan hasil verifikasi BPBD di lapangan, korban meninggal merupakan warga Kabupaten Sikka. Dan empat korban luka tersebar di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.
Sebelumnya laporan awal menyebut 2 korban meninggal. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan, data tersebut diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia.
Dampak kerusakan yang teridentifikasi sementara:
–Â dua unit rumah rusak berat
– satu unit rumah rusak sedang
– dua unit rumah rusak ringan
– satu gudang Bulog terdampak
– tiga fasilitas umum rusak ringan
– enam kantor pemerintahan terdampak
Di Kabupaten Nagekeo, sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan pasca gempa dan peringatan tsunami.
Di kota Bima, NTB, tercatat 1 KK atau 6 jiwa terdampak. Kondisi di Kota Bima dilaporkan kondusif.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno dijadwalkan bertolak ke wilayah terdampak hari ini, Sabtu (15/8).
BNPB juga mengerahkan tim penanganan darurat untuk kaji cepat, penanganan korban, pendataan dampak, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Satu unit helikopter disiagakan untuk mobilisasi logistik dan kemungkinan evakuasi, mengingat tantangan akses antarpulau di NTT.
“BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT, BPBD kabupaten/kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, Polri serta kementerian/lembaga untuk memastikan penanganan cepat dan terpadu,” jelas Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D.
Guncangan gempa ini dirasakan kuat di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat (NTT). Lalu di kota Bima, Kabupaten Bima (NTB) hingga ke Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros (Sulsel).
Di sejumlah wilayah pesisir, warga sempat mengevakuasi diri ke tempat lebih tinggi merespons peringatan dini tsunami.
Hingga pagi ini, di Kabupaten Nagekeo petugas masih fokus penanganan. Jalan dilaporkan mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam di beberapa titik. Pendataan dan verifikasi korban serta kerusakan masih terus dilakukan BPBD bersama unsur terkait.
BNPB mengimbau warga tetap waspada potensi gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang retak atau rusak.
“Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan ikuti arahan pemerintah daerah,” imbau BNPB.
Dukungan pemerintah pusat akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan, meliputi penanganan korban, evakuasi, logistik, dan percepatan pemulihan. (NVR)
