Identitas Kopilot Flydubai yang Serang Kapten Penerbang Terungkap

0
Maskapai Fladubai

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Identitas kopilot Flydubai yang diduga menyerang kapten penerbangan FZ1073 dalam perjalanan menuju Israel terungkap. Diketahui kopilot tersebut bernama Hamam al-Hammami asal Oman,

Sejumlah laporan menyebut al-Hammami lahir di Uni Emirat Arab (UEA) dari ayah berkewarganegaraan Oman dan ibu berkewarganegaraan Suriah. Identitas tersebut juga dilaporkan telah dikonfirmasi Associated Press (AP) berdasarkan keterangan tiga sumber yang mengetahui penyelidikan.

Para sumber tersebut, termasuk diplomat dari negara Teluk dan diplomat Barat, berbicara dengan syarat anonim karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan kepada media.

Insiden terjadi pada Rabu (28/9/2026) ketika pesawat Flydubai yang membawa 182 penumpang terbang dari UEA menuju Israel. Pesawat dilaporkan menukik lebih dari 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik saat melintasi wilayah udara Arab Saudi.

Pesawat kemudian dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi, untuk melakukan pendaratan darurat setelah seorang pria diduga menyerang kopilot dan berupaya mengambil alih kendali pesawat.

Menurut laporan, para penumpang terlibat dalam upaya melumpuhkan pria tersebut. Seorang penumpang yang berlari ke bagian depan pesawat saat keributan berlangsung mengatakan pelaku mengaku berasal dari Oman.

Diduga Pernah Dilarang Terbang

Media pemerintah Arab Saudi melaporkan al-Hammami sempat dilarang terbang oleh pihak Oman tahun lalu karena kekhawatiran terkait pandangan ideologisnya.

Namun, informasi mengenai larangan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan. Belum diketahui apakah kekhawatiran tersebut sebelumnya telah disampaikan Oman kepada negara lain atau maskapai penerbangan yang pernah mempekerjakannya.

Otoritas Israel kepada CNN menyebut al-Hammami baru bekerja untuk Flydubai selama sekitar delapan bulan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Kamis (29/9/2026) bahwa tersangka diduga telah menjalani indoktrinasi radikal Islamis. Netanyahu juga mengatakan penyelidik sedang mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang memerintahkan tersangka.

Hingga kini, motif dan kemungkinan adanya jaringan yang terlibat belum dipastikan secara final./Ib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *