Ciri-ciri Orang yang Masuk Surga Tanpa Azab dan Hisab
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sering muncul pertanyaan, setelah meninggal kemana ruh kita, berada di Surga apa di Neraka?. Dalam Islam, ruh menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya ditempatkan di surga atau neraka.
Salah satu perjalanan yang dilalui adalah berada di aumul Hisab untuk dihitung semua amal perbuatannya selama hidup.
Setelah dihitung, amal tersebut ditimbang yang hasilnya menentukan tempat abadi kita di akhirat, yakni surga atau neraka.
Menariknya, tidak semua manusia akan dihisab. Ada juga orang-orang yang akan masuksurga tanpa dihisab. Siapakah mereka itu?, Ini Ciri-cirinya:
Ciri Ciri Orang ang Masuk Surga Tanpa Hisab:
1. Bertawakal kepada Allah SWT
Ciri pertama orang masuk surga tanpa hisab adalah yang bertawakal atau hanya bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT dalam segala kondisi.
Selama di dunia, orang-orang yang bertawakal juga akan dicukupkan segala kebutuhannya oleh Allah SWT.
Hal itu tercantum dalam Surah At-Talaq ayat 3:
“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”
2. Tidak Meminta Diruqyah
Orang yang tidak meminta dirukyah juga termasuk golongan yang akan masuk surga tanpa hisab. Ada dua pendapat berbeda mengenai hal ini.
Pertama, maksud minta diruqyah di sini adalah ruqyah yang mengandung kesyirikan. Hal ini dilarang oleh Rasulullah SAW.
“Ruqyah diperbolehkan asalkan tidak ada kemusyrikan di dalamnya.” (HR Muslim dan Abu Dawud)
Pendapat yang kedua adalah meminta ruqyah syar’iyyah (yang dibolehkan) berpotensi mengurangi tawakal kepada Allah SWT.
Seseorang bisa saja bergantung dengan orang yang meruqyah dan menganggap bahwa ia tidak akan sembuh tanpa ruqyah.
Padahal, salah satu nama indah Allah SWT adalah Asy-Syafi atau Yang Maha Menyembuhkan. Artinya, kesembuhan seorang hamba dari penyakitnya berasal dari Allah SWT.
3. Tidak Meminta Pengobatan dengan Besi Panas
Ciri yang satu ini mirip dengan ruqyah. Pengobatan dengan besi panas atau kay juga sebenarnya dibolehkan dalam Islam, meski Rasulullah SAW tidak menyukainya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Apabila ada kebaikan dalam pengobatan yang kalian lakukan, maka kebaikan itu ada pada berbekam, minum madu, dan sengatan api panas (kay atau terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka). Namun, aku tidak menyukai kay.” (HR Bukhari dan Muslim)
Adapun pengobatan dengan besi panas ini menyebabkan rasa sakit. Sementara, Islam mengajarkan untuk tidak menyakiti diri sendiri.
Oleh karena itu, pengobatan dengan besi panas ini merupakan alternatif terakhir jika tidak ada jalan lain untuk menyembuhkan suatu luka.
4. Tidak Tathayyur (Beranggapan Sial)
Ciri terakhir orang yang masuk surga tanpa hisab adalah golongan yang tidak memiliki sifat Tathayur atau (perasaan berburuk sangka dan beranggapan sial.
Beberapa contoh tathayyur adalah percaya bahwa burung gagak pertanda musibah, merasa angka-angka tertentu membawa sial, merasa akan mendapat musibah saat kejatuhan cicak, dan lain sebagainya.
Sifat ini sangat dilarang sebab merusak kesempurnaan tauhid karena menyandarkan nasib kepada selain Allah SWT.
Berapa Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab?
Berdasarkan sejumlah hadis, akan ada 70.000 umat Nabi Muhammad SAW yang akan masuk surga tanpa hisab.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Ditampakkan kepadaku beberapa umat. Ada seorang nabi yang berjalan diikuti oleh tiga hingga sembilan orang, ada pula seorang nabi yang hanya diikuti oleh satu atau dua orang. Bahkan, ada seorang nabi yang tidak memiliki pengikut seorang pun. Kemudian, ditampakkan kepadaku sejumlah besar manusia.
Aku pun bertanya, ‘Apakah ini? Apakah ini umatku?’ Dijawab, ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’
Kemudian dikatakan kepadaku, ‘Lihatlah ke ufuk.’ Tiba-tiba, aku melihat sejumlah besar manusia memenuhi ufuk. Kemudian dikatakan kepadaku, ‘Lihatlah ke sana dan ke sana, di ufuk langit.’
Tiba-tiba, sejumlah besar manusia telah memenuhi ufuk. Kemudian dikatakan kepadaku, ‘Inilah umatmu. Di antara mereka ada 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab.’
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW masuk tanpa menjelaskan hal tersebut kepada para sahabat. Mereka pun membicarakan tentang 70.000 orang tersebut.
Mereka berkata, ‘Kita adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya. Mungkin kitalah mereka, atau anak-anak kita yang lahir dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan pada masa jahiliah.’
Pembicaraan itu pun sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian keluar dan bersabda:
‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta untuk diruqyah, tidak meramal nasib, tidak meminta kay (pengobatan dengan besi yang dipanaskan), dan hanya kepada Allah mereka bertawakal.’” (HR. Bukhari)
Namun, jumlah 70.000 bukanlah pembatasan. Disebutkan dalam beberapa hadis lain, setiap seribu orang akan membawa 70.000 orang lagi.
Dari Tsauban radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Akan masuk surga 70.000 orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa azab. Dan setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lain.” (HR Ahmad)./Ib. Sumber: Mozaik Islam.
