JAKARTA, AKURATNEWS – Pemprov DKI Jakarta dan Baznas Bazis DKI Jakarta mengggelar Asean Food Festival 2023 pada bulan Ramadhan Tahun 1444 hijriah. Festival yang menampilkan berbagai produk kuliner tradisional dari sejumlah negara Asean tersebut digelar di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (12/4).

Pada pembukaan kegiatan tersebut secara simbolis juga dilakukan pemberian bantuan kepada para mustahik berupa program Bedah Rumah untuk para disabilitas. Bantuan tersebut diserahkan Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta Dr KH Akhmad Abubakar.

Hadir pada acara seremoni tersebut adalah Deputi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Marullah Matali serta para delegasi kerja sama Negara Asean serta Tamu Undangan Perwakilan Youth Asean.

Baca artikel lainnya:

Festival ini dihadiri oleh para Duta Besar Negara ASEAN (Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar dan Timor Leste sebagai observer Asean), peserta Asean Youth Dialogue (AYD) berjumlah 60 orang dan Jakarta International Youth Program (JIYP) sebanyak 40 orang. Peserta Youth yang berasal dari negara-negara Asean dan kota-kota Sister City Jakarta.

Abubakar menjelaskan, Asean Food Festival ini diadakan bertujuan untuk mengenalkan makanan- makanan tradisional dari masing- masing perwakilan negara Asean serta juga mendukung para pelaku UMKM lokal dengan menjadikan mitra Program Semua Bisa Makan yang merupakan salah satu program dari Baznas Bazis DKI selama Ramadhan.

“Tak hanya itu, Baznas Bazis juga mengenalkan beberapa program yang menunjukkan ramah akan disabilitas, salah satunya adalah program Bedah Rumah untuk para disabilitas,” katanya.

Baca artikel lainnya:

Pemprov DKI Jakarta juga bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri RI dengan menggandeng Baznas Bazis untuk mendorong peran serta UMKM DKI Jakarta dan juga dalam mempromosikan makanan ciri khas Indonesia melalui kegiatan Asean Food Festival.

“Kegiatan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta Asean Youth Dialogue (AYD) dan Jakarta International Youth Program (JIYP) untuk mengenal makanan ciri khas dari negara-negara Asean,” papar Abubakar./Agn.

By redaksi