JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Webinar: “Perlindungan Data Pribadi Dalam Layanan Publik”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Selasa, 14 April 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Ibu Rachel Maryam Sayidina yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua adalah Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI, Bapak Iman Darmawan Sobari Sebagai Publik Speaking Practitioner, & Founder IMan KoMunika , serta Bapak Abulwafa Muhammad.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Webinar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan media sosial secara optimal untuk berbagai kebutuhan, sebagai sarana untuk bersosialisasi.

Baca artikel lainnya: Kompak, Jokowi dan Prabowo Jadi Saksi Pengesahan Pernikahan Kevin Sanjaya dan Velencia

Selain itu juga untukmemberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo; mengedukasi tentang cara membangun personal branding melalui sosial media.

Sesi paparan diawali oleh sambutan dari Rachel Maryam Sayidina  selaku Anggota Komisi I DPR RI. Dalam paparanya, Rachel Maryam dalam paparannya menjelaskan,

“Teknologi berkembang sangat pesat sangat berpengaruh dalam aspek kehidupan manusia dan berperan dalam kehidupan masyarakat luas, dalam dunia pendidikan teknologi sangat penting dalam proses ngajar mengajar, sisi positif dengan kemajuan teknologi dimana masa pandemic covid 19 sektor pendidikan sangat mengandalkan platform media sosial lainnya antara lain menggunaka zoom meeting dan google meeting. Informasi lainnya yang dapat dicari melalui internet dalam perpusatakaan yang tidak dibatasi, media sosial lainnya seperti twitter, Instagram, facebook dan whatsapp dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, dimana mengerjakan tugas dapat dikirim melalui media fisual dan dapat di upload di platform digital dan dapat dilihat oleh banyak orang,” papar Rachel Maryam.

Selanjutnya Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI melalui tampilan video. Dalam video tersebut Bapak yang akrab dipanggil Semmy menjelaskan bahwa,

“Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital,” papar Semuel Abrijani.

Baca artikel lainnya:Play ‘N’ Learn, Active Edu-Fun Terbesar di Jakarta Hadir di Emporium Pluit Mall

Paparan ketiga disampaikan oleh Iman Darmawan Sobari Sebagai Publik Speaking Practitioner, & Founder IMan KoMunika. Dalam paparannya Iman Darmawan mengatakan,

“Design thingking process, mungkin untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku, preferensi, dan harapan pelanggan dapat membantu meciptakan produk atau layanan yang lebih efektif. Mengembangkan inovatif dalam masalah bisnis melibatkan ide kreatif, pengujian ide-ide, dan pengembangan solusi yang fokus pada kebutuhan pengguna. Design thingking memahami pengguna yang sedang dipikirkan dan rasakan, menemukan masalah yang dirasakan, membuat sampling terhadap masalah yang di hadapinya. Jika tidak menggunakan design thingking beresiko mengahsilkan solusi yang tidak efektif, kehilangan daya saing pasar, kerugian moril dan materil, melonjaknya biaya tambahan,” papar Imam Darmawan.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Abulwafa Muhammad selaku Dosen Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Dalam paparannya Abulwafa menyampaikan,

“Penggunaan sosial media bidang pendidikan meliputi Sebagian dari, pembelajaran jarak jauh, diskusi online, kolaborasi online, konten pendidikan, promosi sekolah atau universitas, pengembangan profesional. Dimasa pandemi covid 19 baik sekolah maupun universitas pemebelajaran jarak jauh melalui plaform media digital seperti zoom, google classroom, atau Microsoft teams dan palform lainnya. Dimana diskusi dapat melalui media sosial lainnya seperti facebook, twitter, whatsapp dan lainnya. Dimana kolaborasi anatara media sosial dan media platfrom lainnya memudahkan para siswa dan pelajar dalam berkomunikasi satu sama lainnya,” papar Abulwafa./Ib

       

By redaksi