JAKARTA, AKURATNEWS – Sejumlah profesional hingga public figure bergabung dengan perkumpulan Aliansi Bersatu Anti SARA (ABAS) yang dibesut Boyke Djohan sang Ketua Umum dan juga Panglima ABAS.
Mereka di antaranya; Ninoy Karundeng, Habib Kribo, Peter Momor, Sonny Tulung, Abu Janda, Ferdinand Hutahaean, Jodi Ante, Irjen (Purn) Benny Mokalu, Wayan Dusak, Ananda Sukarlan, Dede Rully, Farhat Abbas, Rapindo Hutagalung, Solo Simanjuntak, Herjuna Satriatmaja, Iwan Diah, Burhan Abe, Selma Kezia, Donny Kesuma, Bucek Depp dan beberapa tokoh-tokoh nasional lainnya.
Organisasi massa ini dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan untuk menangkal paham-paham radikalisme, intoleransi dan SARA yang sudah masuk ke semua sendi-sendi masyarakat dan pemerintahan.
“ABAS adalah gerakan masyarakat yang bertujuan mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, khususnya Pancasila,“ kata Ketua Umum dan Panglima ABAS Boyke Djohan di Jakarta, Minggu (14/5).
Boyke menambahkan, ABAS siap menghadang segala bentuk radikalisme, intoleransi, hoaks dan masalah SARA.
“ABAS bergerak cepat dan memasuki tahap finalisasi struktur organisasi serta pematangan program menuju deklarasi serta audiensi ke para petinggi TNI, Polri dan pemerintah,“ terangnya.
Menurut Boyke, selain ‘pasukan gerak cepat’ militan NKRI serta tim udara yang siaga memantau isu hoax dan SARA, ABAS juga didukung tim lawyer yang siap membantu masyarakat serta pemerintah untuk bersama-sama menghadapi segala upaya yang merongrong NKRI.
Boyke juga menegaskan, ABAS tidak berpolitik praktis dengan tidak mendukung calon presiden manapun.
“Kami tetapi fokus mengembangkan nilai-nilai luhur Pancasila, kebhinekaan serta menjaga kokohnya UUD45 dan NKRI,“ tegasnya.
Boyke pun mengajak masyarakat yang mempunyai komitmen tidak ingin melihat Indonesia hancur karena radikalisme, intoleransi, hoax dan isu SARA untuk aktif di ABBAS.
“Mari kita berjuang bersama ABAS menjaga keutuhan dan keharmonisan Indonesia tercinta,“ pungkas Boyke. (NVR)
