JAKARTA, AKURATNEWS, – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “Menjadi Generasi Produktif & Kreatif di Era Digital”. Seminar online ini diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Mei 2023, melalui zoom meeting! .

Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini, terdapat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. Fadli Zon, M.Sc yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta mengundang Bapak Iman Soleh selaku Seniman dan Akademisi serta Ibu Nissa Rengganis selaku Pegiat Komunitas Sastra.

Seminar Ngobrol Bareng Legislator ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis.

Selain itu juga untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Sesi pemaparan diawali oleh narasumber pertama Bapak Fadli Zon. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,

“Menjadi generasi produktif dan kreatif di era digital merupakan suatu hal yang relevan karena dunia digital serta kemajuan informasi dan teknologi merupakan instrumen atau tools yang bisa melahirkan kreatifitas tanpa batas. Instrumen ini benar-benar memberikan satu ruang yang luar biasa. Seperti google yang saat ini bisa dijadikan library terbesar dan segala informasi dapat diakses dan segala pertanyaan bisa dijawab, ” papar Fadli Zon.

Paparan kedua disampaikan oleh bapak Iman Soleh. Dalam paparannya beliau menjelaskan dan membagikan pengalamannya sebagai seorang seniman dan praktisi mengenai Rumah Tumbuh,

“Karya Tumbuh yaitu gerakan pemberdayaan masyarakat di Komunitas CCL (Celah-Celah Langit) Bandung. Sebagai masyarakat yang berbudaya sudah seharusnya kita melahirkan karya-karya yang identik, unik, dan berbeda. Budaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang menyeluruh dari ilmu pengetahuan ,kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat dalam masyarakat. Unsur-unsur yang membentuk budaya adalah bahasa, pengetahuan, religi, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, teknologi, media baru di era digital, dan kesenian. paparnya.

Paparan terakhir disampaikan oleh ibu Nissa Rengganin sebagai pegiat komunitas sastra. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Dlam kerangka literasi digital terdapat 4 aspek yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Keempat aspek ini merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh masing-masing individu dalam menggunakan media digital agar memiliki kesadaran atas perlindungan pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan teknologi digital dalam karya sastra merupakan keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. Dengan teknologi digital para sastrawan dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas merekamereka., papar Nissa. /Ib.

By Editor1