JAKARTA, AKURATNEWS – Pakar estetika kecantikan dan anti-aging, dr. Ayu Widyaningrum yang juga pemilik Widya Esthetic Clinic di kota Banjarmasin, kembali menghadirkan metode perawatan kecantikan terbaru di Indonesia.
Ia memperkenalkan teknologi Biocell Filler yang pertama kali di Indonesia. Biocell filler merupakan suatu filler yang diproses dan dijadikan spesimen dari bahan autologus darah pasien.
“Intinya Biocell Filler bisa digunakan untuk dua sistem, yaitu dari stem cell atau plasenta darah atau juga bisa dari growth factor yang diambil dari lemak,” kata dr.Ayu saat ditemui akuratnews.com di Studio Net Tv, Jakarta, Selasa (1/8).
Teknologi seperti ini sebetulnya dari Inggris, namun ileh dr. Ayu dikembabgkan secara mandiri di Indonesia.
“Teknologi ini sebetulnya sudah ada di Iggris, setelah melalui proses studi dan penelitian, saya kembangkan di infonedia. Termasuk pembuatan tabungnya yang menjadi alat untuk memproses dari darah menjadi biocell filler ini, ” tambahnya.
Untuk sekali perawatan dengan menggunakan biocel filler ini menurut dr. Ayu dibutuhkan biaya antara 3,5 – 5 juta rupiah. Dalam sekali perawatan biasanya mampu bertahan hingga 6 bulan.
“Untul biaya perawatan menggunakan biocell filler ini berkisar antara 3,5 sampai 5 juta rupiah ya. Ini sudah sangat murah dibanding menggunakan yang lain. Untuk sekali petawatan bisa bertahan sampai 6 bulanan,” kata dr. Ayu lagi.
Menurut dr. Ayu, Perawatan dengan menggunakan biocell filler ini hampir tidak ada resiko atau efek samping. Karena menggunakan sel darah dari si pasien itu sendiri.
“Resiko atau efeknya hampir nggak ada, paling sedikit bengkak akibat penyuntikan, itupun hanya berlangsung paling lama 3 hari,” sambung dr. Ayu lagi.
Manfaat dari biocell filler ini ternyata tidak hanya berfungsi untuk kecantukan saja, tetapi juga untuk pengobatan.
“Biocell filer ini manfaatnya tidak hanya untuk kecantikan saja, tetapi juga bisa untuk pengobatan diabetes, bahkan juga bisa untuk memulihkan gairah sex. Baik bagi wanita maupun pria. Untuk wanita yang sudah monopouse dan pria yang sudah tidak bisa ereksi atau ereksinya lemah bisa normal kembali, ” tutup dr. Ayu. /Ib.
