JAKARTA, AKURATNEWS – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Praxis, setidaknya menemukan bahwa 62,6 persen Gen Z, X, dan milenials menginginkan debat terbuka untuk menentukan kualitas capres-cawapres pada Pilpres 2024.

Sedangkan dukungan politik atau endorsement hanya 12 persen mempengaruhi keinginan masyarakat untuk memilih sosok capres-cawapres.  Hal itu disampaikan Direktur of Public Affairs Praxis, Sofyan Herbowo saat menjelaskan hasil survei tersebut di Jakarta, Kamis (3/8).

“Itu temuan yang menarik ya. Saya juga kaget dengan itu. Riset terakhir sepuluh tahun lalu itu tokoh masyarakat masih mempunyai pengaruh ke pemilih terutama di daerah-daerah. Sekarang ini, semua orang berpegang telepon pintar dan terekspos data dari media,” kata Sofyan.

Baca artikel lainnya: Duga Sebar Hoaks, ABAS Polisikan Rocky Gerung dan Refly Harun

Dia menyebutkan saat ini masyarakat sudah memiliki peluang untuk mencari referensi terkait sosok capres-cawapres walaupun disarankan atau diendorse orang lain. “Ya, mereka sekarang bisa mencari referensi dari pilihan politik itu. Itu sudah luar biasa, pemilih kita sudah bergeser dari tradisional ke kritis,” lanjutnya. 

“Masyarakat sudah tidak butuh jargon-jargon. Seperti apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat. Itu jelas, lapangan pekerjaan dan layanan kebutuhan dasar. Penganggura, rumah sakit murah, kemudian transportasi publik yang murah,” jelas Sofyan. 

Sofyan juga menyebutkan capres-cawapres harus bisa meyakinkan program-program yang menyentuh kepada isu-isu penting masyarakat. 

“Itu juga akan mempengaruhi pemilihan publik,” jelasnya.

Survei yang dilakukan Praxis ini melibatkan 1.102 jumlah responden di 12 provinsi, dengan rincian 32,40 persen adalah responden gen Z, 54,90 persen responden gen Y, dan 12,70 persen responden gen X.

Baca artikel lainnya: Ini Niat Kapolsek Pagedangan Bangun Galeri Kaligrafi Lengkong Kyai

Kedua belas provinsi tersebut, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, dan Lampung.

Periode survei Praxis adalah 14-17 Juli 2023, dengan menggunakan metode sampling proporsional multi stage random sampling, dan margin of error kurang lebih 2,5 persen. Adapun perincian umur untuk tiga generasi itu yakni, gen Z: 16-25 tahun, gen Y: 26-39 tahun, dan gen X: 40-45 tahun./Ib

By Editor1