JAKARTA, AKURATNEWS – Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang baru saja dideklarasikan sebagai capres-cawapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) disebut-sebut paling realistis dan saling membutuhkan satu sama lain.
Hal ini disampaikan seorang penulis, Tony Rosyid di Jakarta, Minggu (3/9). Menurutnya, duet Anies-Cak Imin paling realistis dibanding sosok lainnya.
“Menurut saya ini pasangan yang paling realistis, keduanya juga saling membutuhkan,” ujar Tony.
Ia sempat memprediksi bahwa Cak Imin tak bakal diterima sebagai cawapresnya Prabowo Subianto.
“Saya pernah bilang 6-7 bulan yang lalu bahwa 1.000 persen pasangan Prabowo-Cak Imin tidak bakal jadi. Terbukti hari ini pasangan itu tidak jadi, justru kemudian pasangannya dengan Anies Baswedan,” ujarnya
Ia menambahkan, sudah setahun lebih Prabowo tak memberi sinyal akan terjadi duet Prabowo-Cak Imin.
“Cak Imin itu dengan Prabowo ditolak. Sudah satu tahun tidak memberi sinyal akan terjadi koalisi itu,” kata dia.
Lalu, ujarnya, Cak Imin juga sempat mendekati kubu Ganjar Prabowo, namun tak juga ada hasil.
“Kemudian ke Ibu Mega, dimana ada Ganjar, kabarnya sudah tiga kali pertemuan, pun tidak ada hasilnya,” kata dia.
Pertemuan dengan Anies, yang katanya singkat, waktunya sepersekian jam, tapi pada akhirnya justru dari pertemuan itu terjadi.
“Kedua sosok ini saling membutuhkan. Saya pikir ini menjadi sebuah momentum yang sangat baik bagi koalisi perubahan untuk persatuan dan ini merupakan sebuah trigger naiknya pasangan Anies Baswedan,” ungkapnya. (NVR)
