SURABAYA, AKURATNEWS – Di upacara penganugerahan gelar Guru Besar kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingga dan Transmigrasi (Mendes PDT), Abdul Halim Iskandar oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu (16/9), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan yang telah dirumuskan Mendes dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.
Dikatakan pria yang akrab disapa Cak Imin ini, penting untuk memulai pembangunan Indonesia dari level desa.
“Kini, perspektif pembangunan desa semakin luas dalam berbagai strategi dan konsep. Hal ini akan membantu mengatur pembangunan desa dengan lebih baik,” ujarnya
Selain itu, Cak Imin juga mengakui bahwa gagasan Mendes yang akrab disapa Gus Halim ini telah mendapat dukungan penuh dari kalangan akademisi, termasuk UNESA.
“Keterlibatan UNESA dalam pembangunan desa menunjukkan bahwa pendekatan ilmiah dan intelektual mendukung arah pembangunan yang lebih tepat,” tambahnya.
Oleh karena itu, Gus Imin berharap agar gagasan besar yang diusung oleh Gus Halim dapat diimplementasikan secara luas. Ia yakin bahwa perubahan arah pembangunan dari desa akan membawa kemajuan Indonesia dengan lebih cepat.
“Pembangunan desa harus berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan sumber daya manusia. Ini adalah gagasan yang bagus yang saya harapkan akan diimplementasikan secara luas,” tegas Cak Imin.
Di sisi lain, Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, menjelaskan bahwa penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Gus Halim adalah yang pertama kali dilakukan oleh UNESA dalam 50 tahun sejarahnya.
“Gus Halim adalah orang pertama yang menerima gelar Profesor Kehormatan dari UNESA. Beliau bukanlah sosok baru bagi kami, karena Gus Halim juga pernah menjadi Dosen dan mentor kami dalam berbagai aspek pembangunan desa,” kata Nurhasan.
Acara penganugerahan ini dihadiri oleh lebih dari 600 tamu undangan dari berbagai latar belakang, termasuk Waketum PKB, Jazilul Fawaid dan Ida Fauziyah, Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid, Wabendum PKB, Bambang Susanto, serta sejumlah tokoh lainnya. (NVR)
