TANJUNG LESUNG, AKURATNEWS.co – Sebuah perayaan yang mempersatukan budaya Indonesia dan Australia melalui seni dan musik digelar di Kampung Joglo, Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (24/9).
Gelaran yang diberi nama West Waves ini menghadirkan pelaku seni dan musik dari Australia seperti Jack James dan dua DJ yang didatangkan langsung dari negeri Kanguru.
“Di acara ini, kita berupaya menggabungkan budaya kedua negara. Ini merupakan salah satu langkah awal dalam rencana yang lebih besar. Kampung Joglo memiliki rencana rutin mengadakan acara seni dan budaya yang melibatkan pelaku seni dan musik dari Indonesia dan Australia setiap bulan atau tahunan,” ujar pemilik Kampung Joglo, Migi Rihasalay yang didampingi sang suami, Andrew James.
Ditambahkan Andrew, ide acara ini bermula dari keinginan mendalamnya menggabungkan budaya Indonesia dan Australia. Ia ingin menciptakan ‘jembatan’ budaya antara kedua negara ini melalui seni dan musik.
“Saya memiliki mimpi memperkenalkan budaya Australia dan Indonesia lebih dalam. Saya ingin menciptakan ‘jembatan’ di antara keduanya,” beber Andrew.
Ia mengungkapkan, walau perjalanan untuk menggabungkan budaya ini tidak mudah, tetapi ia berkomitmen untuk terus melakukannya. Andrew pun berharap Festival West Waves dan acara seni dan budaya di Kampung Joglo akan menjadi titik awal yang baik untuk memahami dan menghargai budaya kedua negara ini.
Andrew juga menyoroti upaya bagaimana budaya Indonesia bisa lebih dikenal di Australia. Salah satu contohnya, masih kurangnya restoran Indonesia di Australia.
“Ke depannya, festival ini diharapkan bisa membantu memperkenalkan makanan Indonesia kepada lebih banyak orang di Australia, sehingga menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang budaya Indonesia,” ujar Andrew lagi.
Migi menambahkan, Kampung Joglo dipilih sebagai tempat festival ini karena memiliki nilai budaya yang penting dalam tradisi Indonesia.
“Kampung Joglo ini juga telah mengalami renovasi untuk menjadikannya tempat yang dapat digunakan untuk kegiatan seni dan budaya,” ujar Migi lagi.
Salah satu karya seni hasil penggabungan budaya Indonesia – Australia di Kampung Joglo juga dapat dilihat dari lukisan badak bercula satu karya Jake James, anak dari Andrew.

“Karena saya cinta budaya Indonesia, maka saya lukis badak bercula satu ini. Dan lokasi Kampung Joglo ini dekat dengan Ujung Kulon yang punya badak bercula satu. Kalau lukisan ini saya buat di Australia ya pasti bentuknya Kanguru,” jelas Jake.
Lukisan yang menghabiskan waktu penggarapan selama dua minggu ini adalah salah satu karya seni yang ada di Kampung Joglo selain rumah Joglo, ukir-ukiran dan gamelan. (NVR)
