JAKARTA, AKURATNEWS.co – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru baru ini melarang penggunaan simbol budaya Betawi yaitu Ondel-ondel untuk ngamen. Larangan tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano Ahmad.
Meski mendukung larangan, Riano menekankan Pemprov DKI tak bisa hanya sebatas melarang, melainkan perlu dilakukan pembinaan kepada orang yang mengamen menggunakan ondel-ondel.
Mereka perlu diberi pemahaman lebih mengenai filosofi ondel-ondel sebagai ikon kebudayaan Betawi. Sebab, berdasarkan pengamatan di lapangan, kebanyakan pengamen ondel-ondel merupakan remaja.
“Pelakunya kebanyakan anak-anak, remaja. Maka perlu ada pembinaan, edukasi,” kata Riano kepada wartawan, Jumat, 6 Juni.
Dalam kesempatan itu, Riano menegaskan praktik ondel-ondel untuk mengamen justru merendahkan nilai seni dan budaya yang terkandung dalam kesenian khas Betawi.
“Ondel-ondel itu merupakan ikon dari Budaya Betawi. Namanya ikon, wajib ditempatkan kepada tempatnya, bukan dijadikan hal-hal yang pada akhirnya membuat estetika kurang baik,” tutur Riano.
Oleh sebab itu, Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI itu menyambut baik langkah pembinaan hingga penindakan terhadap pihak-pihak yang dinilai telah menyalahgunakan ikon budaya tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan dan penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), ungkap dia, sebagian besar pengamen Ondel-ondel bukan berasal dari Jakarta.
Hal itu, sambung dia, makin memperkuat urgensi untuk menjaga otentisitas Ondel-ondel sebagai simbol budaya lokal.
“Ini (ondel-ondel) merupakan ikon Budaya Betawi yang tidak bisa disalahgunakan atau, dalam tanda kutip, dilecehkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan ondel-ondel yang dijadikan mengamen tak sesuai dengan nilai kebudayaan Betawi.
“Saya sangat berharap bahwa ondel-ondel itu merupakan budaya yang dinamis, enggak statis. Tetapi harus juga mendapatkan apresiasi penghargaan yang memadai. Saya termasuk yang kemudian memesankan supaya, mohon maaf, ondel-ondel tidak digunakan untuk mencari mengamen, lah,” kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Mei.
Pramono mengungkapkan jajarannya akan melakukan sosialisasi terhadap larangan ondel-ondel mengamen di jalan.
Sebagai gantinya, Pemprov DKI akan menggandeng sanggar-sanggar budaya Betawi untuk memanfaatkan penggunaan ondel-ondel di Jakarta untuk tampil dalam berbagai kegiatan.
“Orang itu enggak ngamen kalau dicukupi dan diberikan kesempatan untuk bisa tampil di ruang-ruang yang lainnya. Sehingga, ondel-ondel yaudah nanti kita buat, kita undang berbagai acara di ibu kota, acara yang banyak banget,” jelas Pramono./Teg. Foto: Istimewa.
