JAKARTA, AKURATNEWS.co  – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dikabarkan akan segera diumumkan sebagai bakal calon gubernur (cagub) DKI Jakarta 2024 yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipasangkan dengan ‘Si Doel’ Rano Karno.

Menurut sumber internal, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan mengumumkan pencalonan Anies dalam gelombang ketiga pengumuman calon kepala daerah yang dijadwalkan hari ini, Senin (27/8).

Selain dukungan dari PDIP, sejumlah partai non-parlemen juga menyatakan akan bergabung dalam koalisi yang mendukung pencalonan Anies. Partai-partai tersebut di antaranya adalah Partai Buruh, Partai Hanura, dan Partai Ummat.

Dukungan ini pun memperkuat basis politik pria yang kerap disapa Abah Anies ini di tengah persaingan yang semakin ketat menuju Pilgub DKI Jakarta.

Sumber internal PDIP menyebutkan bahwa Anies akan dipanggil ke Kantor DPP PDIP pada pukul 11.00 WIB untuk membahas lebih lanjut mengenai pencalonannya. Namun, ia enggan disebutkan namanya dan tidak memberikan informasi lebih rinci terkait pertemuan tersebut.

Juru Bicara Partai Hanura, Siti Rahmayanti Badjeber telah mengonfirmasi bahwa partainya mendukung pencalonan Anies. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut alasan partainya memilih mendukung Anies.

“Kita mendukung Pak Anies,” ucap Siti singkat.

Sementara itu, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyambut baik rencana dukungan PDIP kepada Anies. Dia mengungkapkan bahwa Partai Buruh telah menyatakan dukungan kepada Anies sejak lama, khususnya setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 60 terkait perubahan ambang batas pencalonan kepala daerah.

“Mudah-mudahan dengan dukungan PDIP ini maka Pak Anies bisa maju sebagai cagub Jakarta dan kemungkinan besar menang,” ujar Said Iqbal.

Namun, hingga saat ini, Iqbal belum mengonfirmasi adanya pertemuan antara Anies dengan partai-partai pendukung lainnya. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Di sisi lain, Partai Ummat yang sempat disebut-sebut akan mendukung Anies, belum memberikan pernyataan resmi. Namun, Sekjen Partai Ummat, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Anies terus berlanjut.

“Ini lagi terus berkomunikasi dengan Mas Anies,” kata Taufik, membuka peluang adanya dukungan dari partainya di masa mendatang.

Pengumuman dukungan PDIP terhadap Anies Baswedan menandai sebuah manuver politik yang menarik menjelang Pilgub DKI Jakarta 2024. Keputusan ini bisa dilihat sebagai upaya PDIP untuk meraih simpati dari kalangan pemilih yang sebelumnya mendukung Anies, serta memperkuat posisinya dalam persaingan politik di DKI Jakarta.

PDIP, dengan kekuatan mesin partai dan jaringan politiknya yang luas, dapat memberikan dorongan signifikan bagi pencalonan Anies.

Namun, pencalonan Anies dengan dukungan PDIP juga bukan tanpa tantangan. Anies selama ini dikenal sebagai tokoh yang memiliki basis massa kuat di kalangan pemilih yang cenderung beroposisi dengan PDIP.

Aliansi ini dapat memunculkan pertanyaan di kalangan pendukung Anies mengenai konsistensi politiknya. Selain itu, tantangan terbesar Anies adalah menghadapi lawan-lawan politik lainnya yang juga memiliki basis massa kuat, serta menyatukan berbagai kekuatan politik yang mendukungnya.

Keputusan MK yang mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah menjadi berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) juga memainkan peran penting dalam dinamika politik saat ini.

Putusan ini memberikan PDIP dan partai-partai lainnya kesempatan lebih besar untuk mengajukan calon kepala daerah tanpa harus menguasai 20 persen kursi DPRD.

Hal ini memberi peluang bagi partai-partai yang sebelumnya tidak cukup kuat secara kursi di DPRD untuk tetap berpartisipasi aktif dalam Pilkada DKI Jakarta.

Dengan perkembangan ini, Pilgub DKI Jakarta 2024 diprediksi akan menjadi salah satu kontestasi politik yang paling menarik di Indonesia, di mana berbagai kekuatan politik berupaya membangun aliansi dan strategi memenangkan pemilihan kepala daerah di ibu kota negara.

Anies dengan segala kelebihan dan tantangannya akan menjadi salah satu tokoh kunci dalam pertarungan tersebut. (NVR)

By Editor1