JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kehidupan modern dengan segala kompleksitasnya semakin membuat masyarakat rentan terhadap stres. Kondisi ini banyak dialami masyarakat, terutama di kota besar.

Niken Dinata contohnya, warga Jakarta ini mengaku tingkat stresnya melonjak tajam setelah kehilangan pekerjaan pada tahun lalu.

“Saya jadi mudah marah, tegang dan khawatir setiap saat. Bahkan, sampai sulit tidur,” ungkap Niken saat menceritakan pengalamannya berjuang dengan tekanan hidup yang bertubi-tubi, baru-baru ini.

Menurut data terbaru dari Worldwide Independent Network of Market Research (WIN), sekitar 79 persen populasi dunia saat ini mengalami stres dengan berbagai tingkat keparahan.

WIN mengungkapkan bahwa faktor pemicu stres ini sangat beragam, mulai dari peristiwa traumatis seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, hingga kematian orang terdekat. Di samping itu, kesibukan dan tuntutan hidup sehari-hari juga menambah tekanan yang dirasakan banyak orang.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, masalah stres kian menjadi sorotan global. Dampak tekanan hidup selama pandemi begitu signifikan hingga melahirkan peringatan tahunan International Stress Awareness Week yang jatuh pada minggu pertama November. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak stres terhadap kesehatan mental dan fisik serta menawarkan solusi untuk mengatasinya.

Untuk membantu masyarakat menghadapi stres, sejumlah platform daring pun menyediakan informasi dan panduan praktis. Salah satu yang diminati adalah situs jw.org, yang dikelola oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Situs ini menawarkan artikel dan informasi praktis yang dirancang untuk membantu orang mengelola tekanan hidup sehari-hari.

Niken sendiri mengaku merasakan manfaat dari akses ke informasi daring tersebut. Saat sedang sangat membutuhkan bantuan untuk mengatasi stres. Ia mengakses jw.org dan mengetik kata ‘stres’di kotak pencarian.

“Artikelnya memberi saya cara-cara praktis untuk mengatasi stres dan panduan yang sangat membantu untuk menjalani hari-hari saya,” ungkap Niken. Bahkan setelah berhasil mendapatkan pekerjaan baru, ia masih kerap membuka situs tersebut saat merasa stres mulai mengganggu pikirannya.

Situs jw.org memungkinkan pengunjung membaca artikel-artikel seputar penyebab dan solusi stres dalam lebih dari 1.000 bahasa. Beberapa artikel yang populer di kalangan pengguna antara lain “Apa Saja Penyebab Stres”, “Cara Mengatasi Stres” dan “Anda Bisa Bebas dari Stres”. Semua artikel tersebut dirancang untuk memberikan bantuan praktis dalam menghadapi tekanan kehidupan.

“Setiap orang pasti pernah mengalami stres pada suatu titik dalam hidupnya. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak harus merasa sendirian atau menderita tanpa bantuan. Melalui situs resmi kami, kami menawarkan informasi yang berbasis pada Kitab Suci serta bantuan nyata bagi mereka yang membutuhkannya,” ujar juru bicara lokal untuk Saksi-Saksi Yehuwa, Anggara Pardede.

Dikatakannya, stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, baik secara mental maupun fisik. Karena itulah, kesadaran dan informasi yang tepat sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat menghadapi tekanan hidup dengan cara yang sehat.

Oleh karenanya, bagi yang ingin mencari panduan praktis untuk mengatasi stres, Anggara menyarankan untuk mengakses situs jw.org. Pengunjung bisa mengetikkan kata ‘stres’ di kolom pencarian untuk menemukan berbagai artikel relevan.

International Stress Awareness Week sendiri menjadi momen penting untuk menyoroti tantangan stres dalam kehidupan modern. Diharapkan, peringatan ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan mendorong lebih banyak orang untuk mencari bantuan dan informasi guna menghadapi stres dalam kehidupan sehari-hari.  (NVR)

By Editor1