JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kabar duka kembali datang dari keluarga almarhumah dr. Aulia Rismi Lestari peserta PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang meninggal dunia,Senin (12/8) lalu.
Kini setelah kepergian dr. Aulia, sang ayah ayah dilaporkan meninggal dunia di RSUP Cipto Mangornjusumo. Kabar duka ini tersiar pada Selasa (27/8/2024) dini hari, atau kurang lebih dua pekan sejak Aulia Risma.
Kabar tersebut disampaikan oleh dr. Ningz, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan melalui akun media sosial Instagramnya.
“Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga Almarhumah dr ARL yang harus kehilangan dua keluarga kesayangan mereka dalam waktu satu bulan terakhir, Ga kebayang rasanyaa 😭😭 semoga keluarga selalu diberi kekuatan dan ketabahan. ” tulis dr. Ningz di akun medsosnya @drningz
Dalam unggahan tersebut Ningz juga mengabarkan bahwa bahwa almarhum memang sempat drop pasca-mengetahui sang anak meninggal dunia beberap pekan sebelumnya.
“Sedih banget. ini juga salah satu alasan saya speak up dan mengawal kasus Almarhumah dr ARL karena ayah beliau langsung drop setelah tahu anak kesayangannya meninggal. Dan sekarang ayahnya menyusul Almarhumah,” lanjutnya.

Dikethui, sejak peristiwa meninggalnya dr. Aulia Risma, pihak FK UNDIP sudah membentuk tim investigasi internal. Hal itu diungkapkan Dekan FK UNDIP Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M. Kes., Sp.B.Subsp.-onk(K), saat menggelar jumpa pers di Auditorium FK UNDIP pada Jum’at (23/8).
“Hasil pemeriksaan kami memang ada riwayat sakit yang cukup lama. Mohon maaf kami tidak dapat mengungkapkan data dan fakta medis dari almarhumah karena hal ini bersifat confidential tapi kami siap bekolaborasi dengan pihak berwenang,” kata Yan saat berbicara pada jumpa pers yang digelar di auditorium FK Undip di kampus Tembalang, Semarang, Jumat (23/8/2024).
Pihaknya kini tengah membentuk tim task force dengan RSUP dr Kariadi, dr Yan menjelaskan, tujuan utamanya adalah melakukan peningkatan sekaligus evaluasi terhadap sistem pendidikan yang terintegrasi pada layanan di rumah sakit.
“Kami menyadari perlu adanya integrasi yang lebih baik lagi. “Pembentukan taskforce bersama FK RSDK ini untuk menyiapkan dan membuat langkah teknis
penyelesaian di Prodi Anestesi. Selain itu menyiapkan juga desain penyelesaian di anestesi yang diharapkan bisa dijadikan percontohan bagi program studi lainnya di fakultas kedokteran,” kata dekan FK Undip./Ib. Foto: Istimewa.
