JAKARTA, AKURATNEWS.co – Nikmat merupakan hak prerogatif dari Allah SWT. Allah akan memberi nikmat kepada siapapun yang beliau kehendaki.

Perlu kita ketahui bahwa banyak orang yang tidak di beri nikmat seperti nikmat yang Allah berikan kepada diri kita

وقال المناوي رحمه الله:
” يعني: من جمع الله له بين عافية بدنه، وأمن قلبه حيث توجه، وكفاف عيشه بقوت يومه، وسلامة أهله، فقد جمع الله له جميع النعم التي من ملك الدنيا لم يحصل على غيرها، فينبغي أن لا يستقبل يومه ذلك إلا بشكرها، بأن يصرفها في طاعة المنعم، لا في معصية، ولا يفتر عن ذكره..
Imam Al-Manawi rahimahullah berkata:
Barangsiapa yang telah Allah Swt himpun menempel untuknya nikmat kesehatan jasmani, rasa aman di mana pun ia berada,
bekal yang cukup untuk hari itu, dan keluarganya tetap aman, maka sesungguhnya ia telah dikaruniai oleh Allah ta’alaa semua jenis nikmat yang belum tentu dimiliki oleh orang lain..

maka hendaknya ia tidak mengawali harinya tanpa mensyukurinya..
dengan cara mempergunakan nikmat tersebut untuk menaati Allah Swt yang telah memberikannya, bukan untuk bermaksiat, atau dan tidak pernah putus mengingat-Nya ..
[Kitab Faidhul Qodir]

▪︎ Banyak orang yang tidak di beri nikmat seperti nikmat yang Allah berikan kepada diri kita, bahkan kadang tidak sadar bahwa kenikmatan yang Allah berikan kepada kita sudah tak terhitung, maka kuwajiban kita adalah mensyukuri nikmat Allah dengan cara menjalankan ketaatan kepadaNya.
Awali hari² kira dengan bersyukur.

Wallaahua‘lam bisshawaab

“کتاب فيض القدير”./Ib.

By Editor1