JAKARTA, AKURATNEWS,co – Indonesia kembali mendapatkan kehormatan dengan partisipasi Farahdibha Tenrilemba sebagai delegasi resmi dalam W20 International Summit 2024 yang akan berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada 29 September hingga 2 Oktober 2024.

Farahdibha yang telah menjadi delegasi W20 Indonesia sejak 2022 rencananya akan membawakan topik penting seputar Care Economy atau Ekonomi Perawatan di ajang internasional tersebut.

Untuk diketahui, W20 (Women 20) adalah kelompok kerja di bawah kerangka G20 yang secara khusus mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

Di dalam forum ini, para delegasi dari berbagai negara G20 akan bertukar pandangan dan mengajukan kebijakan terkait peningkatan peran perempuan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga sosial-politik.

Farahdibha, yang sudah dipercaya menjadi co-chair untuk salah satu isu prioritas sejak beberapa tahun terakhir, terus konsisten memperjuangkan hak-hak perempuan melalui pendekatan strategis dalam kebijakan global.

“Sebagai salah satu pembicara di sesi Care Economy, saya akan menyoroti kontribusi besar sektor perawatan terhadap ekonomi global. Meski banyak pekerjaan di sektor ini dilakukan perempuan, sayangnya penghargaan dan pengakuan terhadap sektor ini masih minim,” ujar Farahdibha di Jakarta, Jumat (27/9).

Care Economy sendiri mencakup berbagai pekerjaan, mulai dari perawatan anak hingga lansia, dan menurut Farahdibha, sektor ini membutuhkan perhatian serius dari kebijakan pemerintah agar bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para pekerja, khususnya perempuan.

“Keterlibatan perempuan dalam sektor Care Economy tidak hanya menopang perekonomian, tetapi juga menjadi tulang punggung kesejahteraan sosial di berbagai negara. Namun, masih banyak hambatan dalam mendapatkan pengakuan yang setara di dunia kerja. Kami berharap isu ini bisa lebih terangkat di forum W20, dan solusi nyata bisa dibahas,” ujar Farahdibha lagi.

Keikutsertaan Indonesia dalam W20 International Summit ini diharapkan akan semakin memperkuat posisi negara dalam memperjuangkan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan di berbagai sektor.

Farahdibha pun berharap partisipasinya dapat menginspirasi banyak pihak untuk lebih peduli pada isu-isu perempuan, terutama yang seringkali terpinggirkan seperti pekerjaan di sektor perawatan.

Acara W20 tahun ini juga menjadi momentum penting bagi para pemimpin perempuan dunia untuk membahas langkah-langkah kongkrit dalam menghadapi tantangan global seperti ketidaksetaraan gender, dampak perubahan iklim, dan pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Dengan delegasi dari 20 negara anggota G20, diskusi dalam W20 diharapkan akan melahirkan komitmen yang lebih kuat dari negara-negara anggota mengadopsi kebijakan yang memberdayakan perempuan dan mendorong kesetaraan gender di tingkat global. (NVR)

By Editor1