JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pelibatan orang-orang miskin menjadi penyedia makan bergizi gratis diwacanakan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.
Ia mengatakan, program tersebut tak boleh hanya melibatkan vendor-vendor berupa perusahaan besar.
“Kami ingin misalnya suplai makan bergizi gratis untuk 82 juta anak dan ibu-ibu, maka berasnya, sayurannya, telurnya itu bukan dari vendor-vendor yang besar, tapi juga terutama disuplai orang-orang yang baru jatuh miskin,” kata Budiman di Istana Negara, Rabu (23/10).
Dengan melibatkan orang-orang miskin menjadi produsen makan bergizi, maka otomatis pemerintah memberikan mereka sumber pemasukan.
Menurutnya, untuk mewujudkan rencananya ini, maka pemerintah perlu memberikan akses berupa permodalan dan juga keterampilan.
“Kita kasih aset untuk mereka jadi produsen, pelatihan, pembuatan ekosistem, menyambungkan dengan pasar makan bergizi, titik-titik dapur, kita sambungkan secara digital,” jelasnya.
Budiman menargetkan minimal sebanyak 50 persen orang miskin di Indonesia dapat menjadi penyedia makan bergizi gratis ini.
Dia mengatakan akan berkomunikasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk membantu penyediaan akses keuangan untuk orang miskin tersebut.
“Saya akan berbicara pada PNM agar memberikan KUR (Kredit Usaha Rakyat) agar orang miskin bisa membuat kendang untuk suplai daging ayam dan telur misalnya,” jelasnya.
Wacana akan program ini disambut beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga melihat wacana ini merupakan solusi yang dapat memberdayakan kelompok miskin secara langsung.
“Kalau benar orang miskin dilibatkan, tentu ini bisa sangat membantu. Selain mereka mendapatkan penghasilan, mereka juga belajar untuk mandiri,” ujar Rina, seorang ibu rumah tangga di Jakarta,
Hal senada juga disampaikan seorang petani di Jawa Barat.
“Program ini akan membantu petani kecil seperti saya untuk bisa berkembang. Kalau kita bisa ikut, hasil panen kami bisa terserap langsung ke program makan gratis,” ucap Dedi, petani di kawasan Bogor.
Walau begitu, pelaksanaan program ini bukan tanpa tantangan. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa akses permodalan dan pelatihan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan agar tidak hanya sekedar wacana.
Program makan bergizi gratis yang diinisiasi oleh Budiman Sudjatmiko diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam upaya pengentasan kemiskinan, sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak. (NVR)
