JAKARTA, AKURATNEWS.co – Saat membuka Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang, Selasa (19/12), Menteri Perdagangan (Mendag) yang juga Ketum PAN, Zulkifli Hasan bercerita saat keliling ke daerah ia sering menjumpai jamaah yang diam setelah imam baca Al Fatihah.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini juga mengatakan, ada yang duduk tahiyat menunjuk menggunakan dua jari, tidak satu jari seperti yang dilakukan dalam rukun shalat.
“Saya keliling daerah, Pak Kiai. Sini aman, Jakarta nggak ada masalah, yang jauh-jauh ada lho yang berubah. Jadi kalau shalat Maghrib baca, ‘waladholin… ‘, Al-Fatihah baca ‘waladholin..’ Ada yang diem, pak. Lho kok lain. Ada yang diem sekarang banyak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu,” ujar Zulhas.
Soal candaan Zulhas ini, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahter (PKS), Aboebakar Al-Habsyi sangat menyayangkan lantaran menodai agama Islam. Dia menegaskan publik akan menilai sendiri bakal bersikap seperti apa ke depannya menanggapi komentar ketua umum partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tersebut.
“Sangat mengganggu. Menilai-nilai itu bisa hilang gara-gara kekuasaan. Biar aja nanti ada orang yang pasti melakukan tuntutan secara hukum terhadap dia (Zulkifli Hasan). Tungguin saja,” ujar Aboebakar, Rabu (20/12).
Aboebakar menegaskan agar tidak ada lagi yang mempermainkan masalah ibadah dalam hal ini pelaksanaan shalat.
“Akhirnya bisa dibakar rumahnya nanti. Ngeri ini. Shalat dimainin,” ujar dia.
Hati Zulhas, menurut Aboebakar, mungkin tidak berpikir melontarkan pernyataan yang bakal melukai umat Islam. Salat menurutnya adalah tiang agama. Lanjut Aboebakar, Zulhas akan menerima risiko akibat pernyataannya.
“Rakyat yang akan menilai. Biarkan saja serahkan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Terpisah, Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Mustofa Nahrawardaya menegaskan, candaan Zulhas ini tak pantas dilakukan politikus liberal sekalipun.
“Bahasa dan gesture dalam video tersebut tidaklah pantas dilakukan, bahkan oleh politikus liberal sekalipun. Karena di negara kita, setiap pemerintahan menyerukan himbauan untuk menghindari sentimen SARA, apapun itu bentuk dan variannya,” kata Tofa, Rabu (20/12).
Tofa menjelaskan, dirinya tidak paham apakah perilaku tersebut spontan, atau terbawa lingkungan koalisi. Yang pasti, ujarnya, peristiwa sebelumnya yang terjadi di sana, sepatutnya jadi bahan renungan. Yakni soal pemilihan diksi ‘Ndhasmu’ oleh Prabowo yang akhirnya menyebabkan banyaknya balasan ujaran kebencian akibat perilaku tak pantas itu.
“Jika alasannya candaan, apakah mungkin ucapan Ketum partai koalisi itu juga candaan? Ini sangat berbahaya,” katanya.
Di tahun politik, lanjut Tofa, debat, diskusi, berbeda pandangan adalah hal biasa di publik. Hal itu dalam rangka edukasi politik lima tahunan. Namun jika sampai keluar ucapan diikuti gestur tangan seperti yang dilakukan pejabat negara, tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi publik. Perilaku tersebut menyepelekan ritual shalat.
“Saya ngak tahu, apa motif di balik perilaku nyleneh ini. Namun tak salah jika publik menuduh itu adalah perbuatan mempermainkan agama Islam yang justru dipeluk saudara Zulkifli Hasan. Publik tak lagi bisa ditipu dengan klarifikasi semisal itu akibat lalai, khilaf, atau malah apalagi candaan,” kata Tofa.
Tofa berujar, sangat berat bagi tim humas mereka untuk membela perilaku kanak-kanak ini.
“Apa yang mau dibela dari perbuatan semacam itu? Dalam pandangan kami, perbuatan itu sangat tercela dan jika tidak hati-hati, akan jatuh ke tuduhan menghina agama. Dalam Al Qur’an, Allah mengingatkan umat Islam meninggalkan perbuatan yang masuk kategori mempermainkan agama,” tandasnya.
Tofa menjelaskan, mengolok keyakinan lain saja dilarang, apalagi mempermainkan agama sendiri. Dalam QS Al An’am ayat 70 jelas tertulis:
“Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia,” tandasnya.
Jubir Timnas AMIN lainnya, yakni Geisz Chalifah menilai kelakuan Zulhas sama seperti mereka yang berada di kekuasaan.
Menurut Geisz, contoh dari perilaku tersebut seringkali mempermainkan agama. Dalam hal ini, kata dia, agama dijadikan bahan olok-olok.
“Zulhas sudah ketularan perilaku para BuzzerRp,” ujar Geisz, Rabu (20/12).
Ditambahkan Jubir Tim Pemenangan Daerah AMIN di Jawa Timur, Fauzan Fuadi, candaan Zulhas ini sama sekali tidak lucu dan tidak patut. Fauzan pun sangat menyayangkan aksi candaan tersebut sembari berharap yang bersangkutan segera mengklarifikasi apa maksud dari candaannya tersebut.
“Ibadah shalat bukan untuk dibuat bahan candaan. Masyarakat muslim bisa tersinggung dengan candaan yang membawa-bawa salah satu rukun Islam tersebut,” ujar Fauzan.
Menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini, hal yang dilakukan Zulhas itu sangat berbahaya.
“Tidak lucu ya. Tidak sepatutnya. Sepertinya beliau harus segera klarifikasi maksud dari candaannya tersebut. Shalat kok dibecandain. Gak bahaya tah?” ujar peraih gelar master Media dan Komunikasi Unair tersebut.
Pernyataan Zulhas ini juga banyak mendapat reaksi panas ormas Islam. Salah satunya datang dari Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI). Ketua Umum CMMI, Anhar Tanjung mengatakan bahwa pernyataan itu dinilai melukai umat Islam.
“Zulkifli Hasan menjadikan salat sebagai bahan candaan dan guyonan. Dalam pidato tersebut Zulhas bahwa saat ini banyak jamaah yang sholat tidak menyebutkan Aamiin dalam akhir bacaan surat Al Fatihah. Ini merupakan penistaan agama yang sangat keji,” ujar Anhar.
CMMI pun mengajak seluruh ormas Islam agar dapat bersama-sama melakukan aksi tangkap penista agama Zulkifli Hasan.
“Sekaligus pelaporan secara resmi ke Mabes Polri,” pungkas Anhar. (NVR)
