JAKARTA, AKURATNEWS.co – Bermaca-macam cara dilakukan relawan Anies-Muhaimin (AMIN) demi menghadiri acara Kampanye Akbar AMIN “Kumpul Akbar Bersatu Berani Berubah” di Jakarta Internatiional Stadium (JIS), Sabtu (10/2).

Salah satunya adalah rombongan relawan dari Lampung yang rela menempuh perjalanan jauh hingga 12 jam untuk sampai di JIS.

“Kami dari Lampung sekitar hampir 700 orang ada sampai 7 bus dan mobil-mobil kecil kita berangkat dari setelah salat Jumat sampai tadi sekitar jam 12 malam,” kata perwakilan relawan asal lampung, Bunda Marry di JIS.

Ia bercerita rombongannya datang dengan kapal laut sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan lewat darat.

“Yang jelas seluruh relawan ini tidak ada yang dibayar. Kami tadi satu kapal hampir semua isinya relawan Anies ke JIS ini,” tukasnya.

Sedangkan relawan yang menamakan diri MU Perubahan menceritakan kisah yang dialami demi menghadiri acara Kampanye Akbar AMIN “Kumpul Akbar Bersatu Berani Berubah”.

Sekjen MU Perubahan, Zulfikar mengaku, selain kehujanan, rombongannya yang berjumlah 50 orang tersebut sempat mendapat kendala lain.

“Kami tadi tiba di Masjid Al Husna jam 8 malam, cerita kami tadi dari masjid itu naik angkot, kehujanan dan macet belum lagi bannya bocor,” ujarnya di depan JIS.

Meski begitu, kendala-kendala tersebut diakuinya tak mengedurkan semangat mengingat pentingnya sebuah perubahan di Indonesia saat ini.

“Kehujanan dan kejadian tadi tidak mengendurkan semangat kami, justru dengan peristiwa ini kita makin semangat menggolkan Pak Anies untuk menjadi presiden dalam satu putaran,” pungkasnya.

Acara Kumpul Akbar AMIN ini  juga menggerakan seorang pengangguran asal Indramayu untuk datang. Berawal dari tingginya angka pengangguran di daerahnya, Sokim, seorang pria 35 tahun membuat ia resah, Ia pun berharap situasi itu dapat berubah jika nantinya AMIN memimpin negeri ini.

Sokim mengaku sudah mengetahui jejak rekam Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dia melihat pria kelahiran Kuningan itu bisa mewujudkan semua janji-janji ketika kampanye di Pilkada Jakarta 2017.

“Tidak bisa disebutkan satu per satu. Tapi faktanya begitu di lapangan,” ujar Sokim.

Dia mengaku belum pernah mengunjungi JIS sebelumnya. Melalui laman Facebook, dia mengetahui pasangan yang diusung NasDem, PKS, dan PKB akan menggelar kampanye akbar di tempat yang diinisiasi Anies.

“Dari fanspage Indramayu Bersatu, ujar dia.

Sokim datang dari Indramayu bersama 60 orang. Bermodalkan Rp150 ribu dia rela datang dari jauh dengan menumpang bus.

“Jumlah total tiga bus,” ujarnya.

Alasan utama Sokim datang ke JIS adalah ingin melihat Anies mengubah situasi perekonomian. Hal itu khususnya mengurangi angka pengangguran.

“Penangguran di Indramayu cukup tinggi. Saya percaya pak Anies Baswedan bisa melakukan itu,” tuturnya.

Terpisah, Kapten Tim Nasional Pemenangan AMIN, M. Syaugi Alaydrus juga menegaskan massa pendukung AMIN yang memadati JIS bukan massa bayaran.

“Jadi nggak ada massa yang dibayar, boleh ditanyakan aja, karena mereka dari kemarin udah antusias,” ujar Syaugi di JIS.

Dia menambahkan, indikasi dukungan murni dari masyarakat ini dapat dilihat dari keragaman atribut yang dikenakan para pendukung.

“Ya kita lihat aja pakaian mereka beragam bukan yang sama, dari situlah mereka ini menunjukan keberagaman untuk persatuan. Persatuan itu apa? yakni aspirasi untuk perubahan,” tuturnya.

“Tadi saya barusan foto dengan ibu-ibu dari Tegal. Sudah dua hari disini, jadi itu menunjukkan keinginan untuk berubah. Itu sudah tidak bisa dibendung walaupun dia jalan jauh dan tadi malam kehujanan,” ucapnya. (NVR)

By Editor1