JAKARTA, AKURATNEWS.co –Â Bukan rahasia lagi bahwa Jet tempur kini menjadi senjata utama di era tempur moderen dan di era persaingan militer global yang semakin ketat.
Selain itu, jet tempur juga bukan sekadar alat pertahanan udara biasa, tetapi sekaligus representasi dari puncak dari teknologi, inovasi, dan investasi pertahanan suatu negara.
Meski begitu, dengan berbagai alasan tak semua negara bisa memiliki jet tempur canggih sesuai idamannya. Selain faktor politis, juga faktor harga yang mahal.
Harga sebuah jet tempur modern tidak hanya ditentukan oleh rangka (airframe) dan mesinnya saja. Nilai investasinya juga sangat dipengaruhi oleh teknologi siluman (stealth), kecanggihan radar dan sensor, sistem peperangan elektronik, integrasi persenjataan, serta biaya riset dan pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun.
Baca Artikel Lainnya: Segini Harga Drone Canggih AS MQ 9 Reaper yang Ditembak Jatuh Iran
Maka tidaklah heran jika satu unit jet tempur modern bisa dihargai ratusan juta dolar AS—bahkan sebelum memperhitungkan amunisi serta biaya operasional per jam terbangnya.
Berikut 5 Harga Jet Tempur Termahal di Dunia
1. F-22 Raptor
F-22 Raptor menempati posisi teratas sebagai salah satu jet tempur paling mahal yang pernah diproduksi dalam sejarah penerbangan militer. Angkatan Udara Amerika Serikat mencantumkan biaya satuan (unit cost) F-22 sebesar US$143 juta (sekitar Rp2,54 triliun).
Angka ini bahkan bisa melonjak jauh lebih tinggi jika total biaya program riset dan pengembangan dari awal ikut dihitung secara merata ke setiap unit yang diproduksi.
Pesawat ini dirancang sebagai pesawat siluman generasi kelima yang berfokus pada keunggulan di udara (air superiority). Salah satu kelebihan utama F-22 adalah kemampuan supercruise, yaitu kemampuan untuk terbang dengan kecepatan supersonik tanpa harus mengaktifkan pembakar lanjut (afterburner).
Selain tangguh di udara, pesawat ini juga dibekali ruang senjata internal (internal weapon bay) untuk membawa rudal udara-ke-udara serta bom pintar JDAM untuk misi serangan darat.
Mahalnya harga F-22 Raptor tidak lepas dari perpaduan teknologi siluman mutakhir, performa mesin yang luar biasa, serta integrasi sensor dan avionik yang sangat kompleks. Ditambah lagi, pesawat ini tidak diproduksi secara massal dalam jumlah besar seperti F-35, yang membuat biaya per unitnya tetap melambung tinggi.
Baca Artikel Lainnya: Kondisi Trump Usai jalani Medical Check-up
2.Dassault Rafale
Dassault Rafale merupakan salah satu jet tempur nonsiluman termahal di dunia saat ini. Harga satuannya berkisar antara US$100 juta (sekitar Rp1,77 triliun) hingga US$130 juta (sekitar Rp2,31 triliun), tergantung pada varian konfigurasi, paket persenjataan, standar avionik, serta dukungan purna jual yang disepakati.
Indonesia telah menandatangani kontrak pengadaan 42 unit jet tempur Rafale dengan Dassault Aviation sejak 2022. Dari total pesanan tersebut, 6 unit pertama telah tiba dia Tanah Air pada 18 Mei 2026. Varian yang dipesan oleh Indonesia adalah Rafale F4, yaitu standar paling modern dari brand Rafale.
Rafale merupakan pesawat tempur multiperan sejati (omnirole) yang mampu mengemban berbagai misi sekaligus, mulai dari pertahanan udara, serangan darat presisi, pengintaian taktis, hingga misi maritim.
Keunggulan utamanya terletak pada sistem peperangan elektronik SPECTRA yang sangat andal, serta fleksibilitasnya dalam mengintegrasikan berbagai jenis senjata standar Prancis maupun NATO.
Baca Artikel Lainnya: Turki Membeli 100 Kapal Permukaan Tak Berawak
3.Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon biaya produksinya yang tinggi akibat kompleksitas program pengembangan multinasional di Eropa. Parlemen Inggris mencatat biaya produksi per unit Typhoon sebesar £73 juta (sekitar Rp1,75 triliun). Biaya tersebut bahkan bisa membengkak jika akumulasi biaya pengembangan awal dan modal ikut dihitung.
Typhoon diproduksi oleh konsorsium besar Eropa yang melibatkan tiga raksasa kedirgantaraan: Airbus, BAE Systems, dan Leonardo.Jet tempur multiperan bermesin ganda ini mengusung desain sayap delta dan kanard (delta-canard) yang khas.
Meskipun awalnya dirancang khusus untuk misi superioritas udara, Typhoon kini telah berevolusi menjadi platform tempur yang sangat tangguh untuk misi serangan darat.
4.Chengdu J-20
Chengdu J-20 adalah jet tempur siluman generasi kelima andalan Angkatan Udara Tiongkok. Harga per unit J-20 diperkirakan berada di kisaran US$110 juta (sekitar Rp1,95 triliun).
Mulai dikembangkan sejak akhir dekade 1990-an, J-20 melakukan penerbangan perdana pada tahun 2011 dan resmi memperkuat jajaran militer Tiongkok pada tahun 2017. Saat ini, J-20 memegang peran sentral dalam strategi proyeksi kekuatan udara Tiongkok di luar rantai pulau pertama (first island chain).
Harga J-20 yang cukup tinggi, mengingat pesawat ini menggabungkan material penyerap radar (radar-absorbing materials), radar kendali berpindai elektronis aktif (AESA) modern, kapasitas tangki bahan bakar yang besar untuk daya jelajah jauh, serta upaya mandiri Tiongkok dalam mengembangkan mesin jet domestik berperforma tinggi.
Baca Artikel Lainnya: 42 Pesawat AS Hilang dan Rsak Selama Berperang Melawan Iran
5.F35B Lighning II
F-35B Lightning II merupakan varian dari keluarga F-35 yang dirancang khusus dengan kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (Short Takeoff and Vertical Landing/STOVL). Rata-rata biaya produksi F-35B untuk pengiriman periode tahun 2023–2025 adalah sebesar US$109 juta (sekitar Rp1,93 triliun) per unit.
F-35B mengukir sejarah sebagai pesawat siluman supersonik pertama di dunia yang dilengkapi dengan kemampuan STOVL. Kemampuan ini membuatnya sangat ideal untuk dioperasikan oleh Korps Marinir AS serta negara-negara sekutu yang memiliki kapal induk ringan atau kapal serbu amfibi tanpa landasan pacu panjang.
Komponen kipas pengangkat (lift fan) serta sistem pengarah semburan mesin (thrust vectoring) yang sangat rumit menjadi alasan mengapa varian B ini dibanderol lebih mahal dibandingkan varian standar darat (F-35A).
F-35B Lightning II merupakan varian dari keluarga F-35 yang dirancang khusus dengan kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (Short Takeoff and Vertical Landing/STOVL). Rata-rata biaya produksi F-35B untuk pengiriman periode tahun 2023–2025 adalah sebesar US$109 juta (sekitar Rp1,93 triliun) per unit.
F-35B mengukir sejarah sebagai pesawat siluman supersonik pertama di dunia yang dilengkapi dengan kemampuan STOVL. Kemampuan ini membuatnya sangat ideal untuk dioperasikan oleh Korps Marinir AS serta negara-negara sekutu yang memiliki kapal induk ringan atau kapal serbu amfibi tanpa landasan pacu panjang.
Komponen kipas pengangkat (lift fan) serta sistem pengarah semburan mesin (thrust vectoring) yang sangat rumit menjadi alasan mengapa varian B ini dibanderol lebih mahal dibandingkan varian standar darat (F-35A)./Ib. Sumber: MetroTv. Foto: Istimewa.
