KUALA LUMPUR, AKURATNEWS.co – Selama 20 tahun terakhir, bidang ortopedi telah mengalami kemajuan global yang signifikan yang mengarah pada masa rawat inap yang lebih singkat dan pemulihan yang lebih cepat.

Solusi perbaikan prosedur bedah, seperti teknik gerakan terbatas, operasi invasive yang minimal, operasi jaringan yang dipandu, dan penggantian sendi tanpa semen adalah beberapa kemajuan yang telah berkembang dari waktu ke waktu untuk memberikan pasien pengalaman yang lebih baik.

“Malaysia memiliki berbagai macam pemeriksaan dan pengobatan ortopedi terbaik yang tersedia, wisatawan kesehatan akan mendapatkan pengobatan berkualitas untuk ketenangan pikiran mereka. Didukung kemampuan terdepan dan pendekatan yang berorientasi masa depan yang dihadirkan oleh revolusi industri keempat, fasilitas layanan kesehatan swasta kami dilengkapi dengan baik untuk memberikan pengobatan ortopedi yang menyeluruh,” kata CEO Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), Mohd Daud Mohd Arif, baru-baru ini.

Kemajuan teknologi cetak 3D telah memberikan dampak yang signifikan di bidang ortopedi. Menurut Dr. Sureshan Sivananthan, Konsultan Ahli Bedah Orthopaedic Arthritis & Sports di Rumah Sakit ALTY Orthopaedics, pencetakan 3D terutama digunakan untuk kasus pengeroposan tulang dan tumor.

“Penggunaan cetak 3D untuk membuat rangkaian struktur tulang sebelum operasi bukanlah hal baru, tetapi baru-baru ini mejadi semakin populer di banyak kalangan ahli bedah. Rangkaian 3D yang dicetak dapat digunakan untuk mengisi cacat pada pasien yang mengalami pengeroposan tulang yang signifikan sehingga sel-sel dapat tumbuh ke dalam rangkaian tersebut dan memproduksi tulang baru,” katanya.

Terdapat juga pergeseran dari perawatan ortopedi konvensional ke teknik-teknik mutakhir seperti operasi yang dibantu robot, magnetic resonance imaging (MRI) dengan teknologi open tilting, sistem sinar-X EOS, dan banyak lagi; semuanya dapat ditemukan di beberapa lembaga ortopedi di Malaysia, menjadikan negara ini sebagai tujuan pilihan untuk pengobatan ortopedi seperti arthritis, osteoporosis, skoliosis, cedera olahraga, dan lain-lain.

Sebagai contoh, bedah yang dibantu robot, menurut Dato’ Dr. Lee Keat Hwa, Konsultan Bedah Ortopedi dan Artroplasti di Island Hospital, menggabungkan robotika dan kecerdasan buatan.

“Robot-robot tersebut cerdas dan membantu menentukan metode terbaik untuk dilakukan berdasarkan input data yang akurat yang dimasukkan oleh dokter. Sebagai ahli bedah, kami tidak perlu membuat luka yang besar saat melakukan operasi besar pada pasien. Sebaliknya, kami dapat membuat sayatan yang lebih kecil dan lebih presisi. Hasilnya, operasi yang dibantu robot memiliki potensi keberhasilan lebih baik dan lebih cepat dibanding bedah ortopedi konvensional,” tambahnya.
Waktu, baik dalam hal durasi operasi maupun proses penyembuhan pasca operasi, merupakan pertimbangan yang penting dalam melakukan operasi.

“Kami menemukan banyak pasien, terutama para wisatawan medis, yang memilih untuk menjaga masa tinggal mereka di rumah sakit sesingkat mungkin. Sebagai hasil dari kemajuan inovasi medis dan evolusi bidang ortopedi, saya banyak mempercepat proses penggantian lutut, yang memungkinkan pasien untuk berjalan sesaat setelah operasi. Biasanya, pasien dioperasi di pagi hari dan bisa berjalan pada hari yang sama,” kata Dato’ Dr. Siva Kumar Ariaretnam, Konsultan Bedah Ortopedi di Subang Jaya Medical Centre.

Malaysia Healthcare bertujuan untuk menyediakan pengalaman pelayanan kesehatan yang lancar bagi seluruh wisatawan kesehatan sejak saat mereka melakukan pertanyaan.

“Saat ini, dengan dukungan penuh dari Komisi Tinggi Malaysia dan agen perjalanan kesehatan, kami sedang berusaha untuk menawarkan permohonan visa melalui jalur cepat untuk wisatawan kesehatan dari Bangladesh yang hanya akan memakan waktu tiga hari pemrosesan. Program fasilitasi e-visa jalur cepat ini akan mempermudah wisatawan kesehatan dari Bangladesh untuk pergi ke Malaysia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau untuk melengkapi pelayanan medis di Bangladesh,” jelas Mohd Daud.
(NVR)

By Editor1