GORONTALO, AKURATNEWS.co – Menjawab keluhan petani terkait pemerintah yang selalu mendatangkan impor beras saat memasuki panen raya, capres nomor urut satu, Anies Baswedan punya solusinya.
“Ketika panen lalu muncul impor, harga jatuh lalu petani justru mengalami kerugian. Ini yang Insha Allah akan kami kendalikan sama-sama. Kami ingin petani itu memiliki kepastian harga itu sebabnya contract farming menyelamatkan,” kata Anies di acara ‘Desak Anies’ di Gorontalo, Senin (8/1).
Menurutnya dengan adanya contract farming, petani sudah memiliki rasa aman karena adanya kontrak atas hasil produksi para petani.
“Kami melihat, ketidakpastian itu sistemik artinya bukan sesuatu yang disebabkan pribadi-pribadi tapi keseluruhan tata niaganya menimbulkan ketidakpastian,” seru Anies.
“Dengan adanya kerjasama kontrak pembelian hasil panen, Insha Allah itu akan membuat rasa tenang,” tambahnya.
Anies juga menilai program Contract Farming yang diusungnya lebih baik dibanding Food Estate.
“Contract farming itu kontak pembelian hasil panen. Kita di Jakarta membuat sebuah kerjasama dengan kelompok-kelompok tani agar produk pertanian mereka di beli dan selama lima tahun dan disepakati harganya,” kata Anies.
Dijelaskannya, keunggulan Contract Farming ini juga ada untuk plafon bawah dan atas sehingga memiliki kepastian untuk petani dan pembeli.
“Pola seperti ini yang akan kita lakukan, bukan dengan food estate yang dalam kenyataannya membuka lahan baru, punya dampak lingkungan sementara bibit yang ditanam tidak bisa tumbuh, uang negara dialokasikan dan tidak kembali dengan optimal,” tuturnya.
“Jadi kami percaya dengan pola contract farming ini Insya Allah bisa dilakukan di Gorontalo sehingga petani di sini memiliki rasa tenang atas produk pertaniannya,” pungkas Anies. (NVR)
