BANDUNG, AKURATNEWS.co – Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menegaskan, ilmu pengetahuan, sains dan metode ilmiah seharusnya dikembalikan sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan politik. Menurutnya, saatnya pula memberikan penghargaan pada sains dan ilmu pengetahuan.
“Kita harus mengembalikan ilmu pengetahuan dan metode ilmaiah jadi guidance kita dalam pengambilan keputusan,” ujar Anies di acara ‘Ngariung Bareng 1.000 Alumni ITB’ di Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/10).
Ketua Panitia, Hendry mengatakan, alumni yang hadir memiliki latar belakang beragam, seperti dosen, peneliti, pengusaha, seniman, hingga aktivis.
“Kami ingin memberikan gagasan perubahan berbasis sains, teknologi, dan moral. Mencari solusi atas masalah fundamental bangsa, untuk membangun dan memberikan kesejahteraan untuk rakyat,” ujarnya.
Anies menambahkan, terlalu besar risikonya bagi Indonesia bila kebijakan keliru dan tak berdasar sains. Ongkosnya pun, ujarnya, mahal. Waktu dan sumberdaya pun jadi terbuang.
“Kami lihat (ilmu, sains) perlu dikembalikan dan jadi agenda utama dalam pengambilan keputusan. Sehingga keputusan memiliki nilai keadilan, memperoleh kepercayaan publik, dan lebih saintifik,” ujarnya.
Hal itu, ujarnya, dia lakukan saat memimpin Jakarta pada 2017-2022, termasuk saat Jakarta didera pandemi Covid-19. Menurutnya, pengambilan di Jakarta berprinsip pada keadilan, kebutuhan publik, berlandaskan ilmu dan akal sehat, sera berpijak pada regulasi.
“Kita mengalami pembelajaran dahsyat saat pandemi. Ketahuan siapa pemimpin yang gunakan ilmu atau tidak saat ambil kebijakan. Mereka menomorduakan sains dan tak menghargai ilmu,” katanya. (NVR)
