Didemo Ribuan Rakyatnya, Ini Tanggapan Netanyahu!
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Warga Issrael lakukan aksi demonstrasi pada Minggu (1/9/2024). Mereka kecewa karena enam warga Israel yang disandera Hamas tewas. Keberadaan para sandera dalam pandangan warga Israel semakin mengkhawatirkan karena pertempuran antara Israel dengan Hamas masih terus berlangsung.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan warga Israel mengenai upaya gencatan senjata dengan Hamas. Ia mengaku dirinya sangat peduli dengan nasib warga Israel yang disandera oleh Hamas.
“Tidak ada yang lebih berkomitmen untuk membebaskan para sandera daripada saya. Tidak perlu mengajari saya mengenai masalah ini,” ujar Benjamin Netanyahu dikutip AP, Selasa (3/9/2024).
Hingga berita ini diturunkan pertempuran keduanya telah berjalan selama 11 bulan. Benjamin Netanyahu justru tidak terlihat memiliki keinginan untuk melakukan gencatan senjata di tengah tuntutan masyarakat Israel.
Ia malah meyakini serangan harus terus dilakukan ke wilayah Hamas seperti koridor Philadelphi, jalur sempit di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir. Wilayah itu diyakini Netanyahu sebagai tempat Hamas menyelundupkan senjata dari Mesir ke Gaza.
Netanyahu menyebut koridor tersebut penting untuk memastikan Hamas tidak bisa memperbaharui persenjataannya melalui terowongan. “Ini adalah oksigen bagi Hamas,” katanya.
Dukungan terhadap Netanyahu sebenarnya semakin menipis. Selain adanya desakan dari dalam negeri, sekutu Israel juga merasa kewalahan karena pertempuran antara Israel dengan Hamas belum juga berakhir.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden malah melihat Netanyahu tidak melakukan upaya yang cukup baik untuk melakukan negosiasi hingga gencatan.
“Tidak,” ujar Joe Biden singkat menjawab pertanyaan wartawan mengenai cukup banyakkah upaya yang dilakukan Netanyahu.
Diyakini hal itu terjadi karena Netanyahu bertekad untuk mengalahkan Hamas. Ia menginginkan kemenangan total tas Hamas.
Hal ini berbeda dengan pandangan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant. Ia melihat saatnya sudah tepat untuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
“Seorang pejabat mengonfirmasi adanya perdebatan sengit antara Gallant dan Netanyahu dalam pertemuan kabinet keamanan pekan lalu,” sebut AP.
