JAKARTA, AKURATNEWS.co – Memperingati Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, Museum dan Cagar Budaya (MCB) menggelar pameran bertajuk ‘Pameran Kongsi: Akulturasi Tionghoa di Nusantara’.
Dibuka di Museum Nasional, Jakarta, Senin (10/2) pameran ini menampilkan berbagai ekspresi budaya Tionghoa yang telah berakulturasi dengan budaya lokal Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon yang hadir dalam pembukaan pameran tersebut menegaskan bahwa akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia merupakan bagian penting dari kekayaan budaya nasional.
“Akulturasi budaya di Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang memperkaya keberagaman nasional. Kita merayakan Imlek dan Cap Go Meh sebagai bagian dari identitas Nusantara yang telah berakulturasi dengan budaya lokal,” ujar Fadli Zon.
Pameran ini menampilkan berbagai koleksi sejarah, termasuk lukisan karya Lee Man Fong, buku-buku karya Tan Khoen Swie, dan majalah Sin Po.
Selain itu, piringan hitam milik Yo Kim Tjan serta berbagai peninggalan budaya Tionghoa lainnya turut dipamerkan sebagai bukti kontribusi budaya Tionghoa dalam membentuk identitas Nusantara.
Fadli Zon menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat.
“Pameran ini adalah bentuk literasi budaya agar masyarakat memahami bagaimana akulturasi telah terjadi dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran museum sebagai pusat edukasi untuk mengenalkan sejarah bangsa kepada generasi muda.
Fadli pun berharap pameran yang memang sengaja digelar di museum ini dapat menarik minat generasi muda untuk lebih sering mengunjungi museum.
“Kita ingin anak muda lebih tertarik datang ke museum sebagai alternatif wisata edukatif, bukan hanya ke mal,” tutupnya.
Pameran Kongsi: Akulturasi Tionghoa di Nusantara inj akan berlangsung selama sebulan dan terbuka untuk umum. Acara ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang keberagaman budaya Indonesia. (NVR)
