JAKARTA, AKURATNEWS.co –Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam sektor energi. walau begitu, peluang baru tetap terbuka, terutama dalam memperkuat peran koperasi sebagai aktor utama dalam industri strategis.

Dalam Indonesia Energi Outlook 2025 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) yang digelar di Jakarta, Kamis (27/2), wacana tentang peran koperasi dalam industri energi menjadi salah satu sorotan utama.

Strategi ini dianggap sebagai langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian energi nasional serta mempercepat pemerataan manfaat bagi masyarakat luas.

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menegaskan, Rakernas ini bukan sekadar ajang diskusi, melainkan forum strategis untuk merumuskan langkah nyata menghadapi dinamika energi nasional.

Pertemuan ini pun membahas tiga aspek utama, yaitu:

  1. Peran ASPEBINDO dalam mencapai target energi nasional 2030
  2. Sinergi antara pemerintah dan swasta dalam investasi energi
  3. Rencana kerja konkret untuk memperkuat industri energi nasional ke depan

Salah satu ide utama yang mengemuka dalam forum ini adalah penguatan peran koperasi dalam industri energi, terutama pasca revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba).

Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri (Wamen) Koperasi, Dr. H. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., menyoroti peluang besar bagi koperasi masuk ke sektor energi sebagai bagian dari kebijakan ekonomi berbasis rakyat.

“Kami ingin koperasi sebagai badan usaha bisa masuk ke sektor-sektor strategis, termasuk energi. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian ekonomi berbasis rakyat. Sektor energi tidak boleh hanya dikuasai oleh korporasi besar, tetapi harus melibatkan koperasi agar manfaatnya lebih merata,” ujar Ferry dalam pidatonya.

Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam eksplorasi, distribusi, hingga pengelolaan energi baru dan terbarukan (EBT). Dengan dukungan kebijakan yang tepat, koperasi bisa menjadi solusi bagi kebutuhan energi masyarakat di berbagai daerah, terutama wilayah terpencil.

Dicobtohkannya, koperasi biss ikut dalam pengelolaan migas dengan diperbolehkan mengelola sumur-sumur minyak yang sudah tidak jadi prioritas Pertamina lagi yang jumlahnya ribuan.

“Seperti contohnya di Muara Enim, sudah bisa menghasilkan 15 barel per hari, dan kita akan nambah tiga sumur lagi,” ungkap Ferry.

Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir. Yuliot Tanjung, M.M., menekankan pentingnya inovasi dan investasi dalam mempercepat transisi energi nasional.

Ia menilai bahwa keterlibatan koperasi dapat menjadi faktor penyeimbang dalam pengelolaan sumber daya energi, terutama dalam konteks energi terbarukan.

“Kolaborasi antara koperasi, swasta, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mempercepat transisi energi nasional. Dengan model bisnis yang tepat, koperasi dapat berperan dalam distribusi energi yang lebih merata dan efisien, terutama di sektor EBT,” tegasnya.

Dalam konteks transisi energi, koperasi dapat berperan dalam pengembangan proyek-proyek energi berbasis komunitas, seperti pemanfaatan panel surya, biogas, dan energi mikrohidro di daerah terpencil.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 30 persen pada 2030.

Dengan berkembangnya diskusi mengenai peran koperasi dalam sektor energi, Indonesia Energi Outlook 2025 bukan sekadar ajang perumusan strategi, tetapi juga momentum transformasi tata kelola energi nasional.

Jika koperasi benar-benar diberdayakan dan didukung dengan regulasi yang berpihak, maka kemandirian energi bukan lagi sekadar visi, melainkan sebuah kenyataan yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Ke depan, ASPEBINDO berencana terus mendorong sinergi antara koperasi, swasta, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem energi nasional.

Dengan strategi yang matang dan implementasi yang tepat, Indonesia berpeluang menjadi negara dengan sistem energi yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. (NVR)

By editor2