MALANG, AKURATNEWS.co – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar pertemuan tahunan kedua ASEAN Villages Network (AVN) di Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis (29/8).
Acara ini merupakan bagian dari inisiatif strategis yang diluncurkan Kemendes PDTT pada tahun 2023 dan diadopsi para pemimpin ASEAN melalui KTT ke-42 di Labuan Bajo.
Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat jejaring antar desa di kawasan ASEAN, khususnya dalam sektor bisnis dan ekonomi perdesaan.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Prof. Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd membuka acara dengan menyampaikan apresiasinya kepada para peserta.
“Dengan acara ini, kita berharap dapat membangun jejaring yang lebih luas antar desa di ASEAN, yang tidak terbatas oleh geografis,” ujar pria yang akrab disapa Gus Halim.
Pernyataan ini menegaskan komitmen Indonesia mendorong kolaborasi desa lintas negara, yang diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru serta mempercepat pembangunan ekonomi perdesaan.
Pertemuan ini juga dihadiri pejabat Senior Officials Meeting on Rural Development & Poverty Eradication (SOMRDPE) ASEAN dan delegasi desa dari berbagai negara anggota ASEAN yang tergabung dalam AVN.
SOMRDPE ASEAN adalah badan sektoral yang terdiri dari pejabat senior dari negara-negara anggota ASEAN yang berfokus pada pengembangan perdesaan dan pengentasan kemiskinan. Partisipasi negara-negara ASEAN dalam pertemuan ini mencerminkan komitmen kolektif untuk memajukan desa-desa melalui inovasi dan kerja sama ekonomi.
Di samping pertemuan tahunan AVN, Kemendes PDTT juga mengadakan dua agenda penting lainnya seperti ASEAN Knowledge Sharing on Village Tourism Development dan Workshop on Optimizing Digital/Smart Village in Revitalizing Village Economy.
Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari ASEAN Framework Action Plan on Rural Development and Poverty Eradication yang berfokus pada pengembangan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan pariwisata perdesaan.
Workshop tentang Optimizing Digital/Smart Village in Revitalizing Village Economy sendiri menjadi sorotan utama dengan berbagai narasumber kompeten.
Kepala Desa Duda Timur, Gede Pawana, sebagai perwakilan Desa AVN Indonesia, mempresentasikan Best Practice Implementasi Desa Digital di Desa Duda Timur.
Sementara itu, perwakilan dari International Telecommunication Union (ITU) membahas strategi optimalisasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan kewirausahaan di tingkat desa.
Tidak ketinggalan, praktisi desa dari Purbalingga juga berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran produk unggulan desa.
Dalam sesi ini, Bupati Malang yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Malang memaparkan praktik baik dalam pembangunan desa wisata berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Swisscontact Indonesia turut berpartisipasi dengan membawakan topik mengenai model bantuan dalam pengembangan pariwisata, yang dapat menjadi acuan bagi desa-desa lain di ASEAN.
Acara ini juga menjadi momen penting bagi Gus Halim untuk memberikan penghargaan kepada desa-desa yang telah menunjukkan prestasi dalam pembangunan ekonomi perdesaan.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada desa-desa yang telah berhasil mengembangkan potensi mereka, terutama dalam membangun jejaring bisnis dan pariwisata perdesaan,” tegasnya.
Melalui rangkaian acara ini, diharapkan desa-desa di ASEAN dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi, pariwisata, dan kewirausahaan.
Gus Halim menutup acara dengan harapan agar kolaborasi yang terbentuk dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi perdesaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di seluruh kawasan ASEAN.
“Ini adalah langkah awal menuju kerjasama yang lebih luas dan berdampak positif bagi seluruh desa di ASEAN,” tutupnya. (NVR)
