JAKARTA, AKURATNEWS.co – Platform video pendek berbasis Web3, ShortCall, resmi masuk pasar Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan pasangan selebritas Anang Hermansyah dan Ashanty.

Langkah ini menandai ekspansi perdana ShortCall ke wilayah Asia Tenggara setelah tiga tahun pengembangan di Korea Selatan.

Berbeda dari platform video pendek konvensional, ShortCall mengusung konsep “Watch to Earn, Vote to Earn, Create toEarn”.

Setiap aktivitas digital pengguna, mulai menonton, voting, hingga mengunggah konten dikonversi menjadi imbalan ekonomi nyata yang tercatat transparan di blockchain.

Model bisnis ini mendistribusikan kembali sebagian pendapatan platform kepada pengguna dalam bentuk reward.

Brand Ambassador ShortCall, Anang Hermansyah menyebut kolaborasi dengan ShortCall sebagai langkah kunci memperkuat penetrasi sekaligus membangun ekosistem berkelanjutan bagi kreator Indonesia.

“Platform ini tidak menempatkan kreator hanya sebagai produsen konten. Di ShortCall, pengguna dan kreator sama-sama pemilik ekosistem karena pendapatan dibagi ulang secara adil,” ujar Anang di Jakarta, Rabu (23/4).

Ia menambahkan, pihaknya akan mengkurasi serial challenge yang dijalankan bergantian oleh figur publik dan komunitas kreator untuk menjaga antusiasme.

“Kuncinya di tantangan berkelanjutan. Bukan sekali viral lalu hilang,” tegasnya.

Senada dengan Anang, Ashanty oun mengajak masyarakat memanfaatkan momentum awal ShortCall di Indonesia.

Menurutnya, monetisasi bisa dimulai dari aktivitas sederhana seperti mengunduh aplikasi, menonton, hingga membagikan konten.

“Ini challenge pertama yang kerja sama dengan Indonesia, yaitu kami berdua. Mumpung masih baru, kalian semua memiliki kesempatan besar untuk menjadi pemenang. Saya harap ShortCall bisa berkembang pesat dan jadi wadah kolaborasi artis-artis lain,” kata Ashanty.

Ia juga menyoroti rekam jejak ShortCall yang telah riset tiga tahun sebelum rilis di Korea Selatan.

“Jadi bukan platform coba-coba. Harapannya bisa kasih dampak positif ke industri kreatif nasional,” ujarnya.

Sebagai debut, ShortCall menggelar ‘Jodohku Challenge’ yang terinspirasi dari lagu hits Anang-Ashanty. Peserta ditantang membuat video kreatif berdurasi maksimal satu menit. Total hadiah disiapkan Rp100 juta.

Pemenang utama akan membawa pulang uang tunai Rp50 juta dan dikontrak sebagai Brand Ambassador ShortCall selama satu tahun.

Penilaian meliputi kreativitas, engagement dan voting berbasis blockchain untuk memastikan transparansi.

“Mesranya harus jujur. Kalo jujur kan kelihatan fan itu akan mendapat like yang banyak. Makanya, bikin konten mesra yang jujur biar bisa banyak di like, dan itu yang bakalan menang,” beber Anang.

Dari sisi bisnis, secara global, per Maret 2026 ShortCall mengklaim telah hadir di 226 negara dengan 1,7 juta pengguna dan pertumbuhan 50.000 pengguna baru per hari.

Fokus awal ShortCall sendiri tetap di Asia, mengincar pasar konten video pendek global yang nilainya kini menembus US$100 miliar.

“Target pendapatan ShortCall berasal dari tiga lini, iklan digital, tantangan bersponsor, dan sistem berlangganan premium. Dengan skema Web3, sebagian pendapatan iklan dan sponsor otomatis dialokasikan ke reward pool pengguna,” ujar perwakilan ShortChall di Indonesia, Hur Young Soon.

Masuknya ShortCall menambah persaingan aplikasi video pendek di Indonesia yang sebelumnya didominasi TikTok, YouTube Shorts, dan SnackVideo.

Bedanya, ShortCall menawarkan insentif ekonomi langsung berbasis token bagi pengguna aktif, bukan hanya kreator. (NVR)

By editor2