QINGDAO, AKURATNEWS.co – Timnas Indonesia harus menelan kekalahan pertama mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari China di Stadion Qingdao, Selasa (15/10).
Dua kesalahan fatal dari Shayne Pattynama dan Mees Hilgers membuat skuad Merah Putih gagal meraih tiga poin penting dalam laga matchday keempat ini.
Indonesia yang sebelumnya tampil solid dengan hasil imbang melawan Arab Saudi, Australia, dan Bahrain, justru takluk pada laga kali ini akibat blunder pemain bertahan.
Gol pertama China terjadi di menit ke-23 setelah Jiang Shenglong berhasil mencuri bola dari Shayne Pattynama di area kotak penalti Indonesia. Shenglong kemudian mengirim umpan matang yang disambut dengan baik oleh Behram Abduweli, yang sukses mencetak gol lewat tendangan first time.
Kesalahan serupa terulang di akhir babak pertama ketika Mees Hilgers gagal mengantisipasi pergerakan Zhang Yuning yang menerima umpan terobosan dari Gao Zhunyi.
Hilgers yang terlambat bereaksi membuat Yuning dengan tenang menaklukkan kiper Indonesia, Maarten Paes dalam situasi satu lawan satu dan mengubah skor menjadi 2-0 untuk China.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) merespons hal ini dengan menarik keluar Shayne Pattynama dan Mees Hilgers di awal babak kedua.
Menurut Shin, Hilgers mengalami cedera pergelangan kaki sehingga harus digantikan oleh Rizky Ridho. Selain itu, Witan Sulaeman juga ditarik keluar dan digantikan Marselino Ferdinan, sementara Thom Haye menggantikan Nathan Tjoe-A-On.
Meski pergantian ini sempat membuat permainan Indonesia lebih agresif, terutama dengan kehadiran Thom Haye, Merah Putih hanya mampu mencetak satu gol balasan.
Thom Haye mencetak gol di menit ke-86 melalui tembakan mendatar dari dalam kotak penalti. Sayangnya, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.
Hasil ini menjadi kekalahan perdana Indonesia di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, skuad Garuda sukses menahan imbang Arab Saudi (1-1), Australia (0-0), dan Bahrain (2-2).
Meski kalah, Indonesia masih tertahan di peringkat kelima klasemen Grup C dengan raihan tiga poin, unggul selisih gol dari China yang berada di posisi keenam atau dasar klasemen.
Kekalahan dari China ini memicu kritik dari pengamat sepakbola, Kesit B Handoyo. Ia menilai ada ketidakjelasan dalam susunan pemain yang diturunkan Shin Tae-yong. Kesit mengungkapkan bahwa rotasi pemain yang dilakukan Shin terlalu ekstrem dan justru berujung pada kekalahan.
“Ada ketidakjelasan di STY, mengapa selalu merombak susunan pemain seperti malam ini. Shayne Pattynama tiba-tiba muncul padahal saat lawan Bahrain sudah cukup baik meski tanpa Jordi Amat. Perubahan ini menurut saya terlalu berani dan tidak penting,” kata Kesit.
Kesit juga menyoroti keputusan mencadangkan Tom Haye dan menggantikannya dengan Nathan Tjoe-A-On. Asnawi Mangkualam diturunkan sebagai starter dan mengambil alih posisi kapten dari Sandy Walsh, yang dicadangkan karena kurang fit, sementara Shayne Pattynama menggantikan Jordi Amat yang absen karena cedera.
“Perubahan yang dilakukan STY sangat ekstrem. Kita sebenarnya sudah punya gambaran starting eleven saat lawan Bahrain, namun perubahan ini berdampak besar, dan kita harus membayar mahal dengan kekalahan dari China,” tambah Kesit.
Meskipun kekalahan ini menyakitkan, peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih terbuka. Timnas Garuda harus memanfaatkan laga-laga berikutnya dengan hasil positif untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Shin Tae-yong diharapkan dapat menemukan formula terbaik dalam menyusun strategi dan susunan pemain guna menghindari kesalahan serupa. (NVR)
