JAKARTA, AKURATNEWS.co – Tuduhan capres nomor urut dua, Prabowo Subianto bahwa capres nomor urut satu, Anies Baswedan menghasut dan tidak etis dengan menyerang secara personal ketika mempertanyakan soal kepemilikan lahan Prabowo seluas 340 ribu hektar dibantah eks Wakil Menteri (Wamen) ATR/BPN, Surya Tjandra.

“Justru Prabowo yang menghasut dengan secara personal menunjukkan sikap merendahkan pada Anies Baswedan, dengan menggunakan istilah ‘omon-omon’, memanggil dengan ‘profesor’ berulang-ulang, ini jelas tindakan yang tidak pantas pada sesama capres dalam sebuah forum terhormat seperti debat,” ujar Surya Tjandra, Selasa (9/1).

Ia menjelaskan bahwa Anies hanya mengulangi pertanyaan Presiden Jokowi sendiri kepada Prabowo saat debat capres 2019. Menurut Surya konteksnya saat itu adalah Prabowo mengkritik Jokowi yang “bangga” dengan pembagian lahan bagi rakyat melalui program reformasi agraria. Jokowi merespons dengan data kepemilikan lahan Prabowo tersebut.

“Data kepemilihan lahan Prabowo seluas 340 ribu hektar juga sudah dikuatkan Kementerian ATR/BPN. Pak Prabowo bahkan sempat menjanjikan untuk mengembalikan tanahnya kepada rakyat, yang sampai sekarang belum dilaksanakannya,” terang Surya Tjandra.

Dia pun meminta Prabowo untuk tidak perlu terus berpura-pura gemoy dan tidak berdaya.

“Uang dan aset Bapak sangat banyak, terlalu banyak bahkan untuk ukuran rakyat kita kebanyakan. Seperti Bapak sampaikan sendiri, bukankah itu yang jadi salah satu alasan Bapak dan teman-teman ingin berkuasa?” ucap Surya Tjandra.

Surya malah prihatin dengan dirusaknya Mahkamah Konstitusi (MK) dan tatanan hukum lain sekadar untuk memenuhi syahwat kekuasaan. Dia juga khawatir kalau pemerintah Indonesia sudah dikuasai pemburu rente, penguasa yang juga pengusaha, dengan rakus menggerogoti uang rakyat tanpa pertanggungjawaban layak.

“Ini saya kira yang menggugah kegeraman publik untuk situasi saat ini. Rakyat ingin perubahan sesungguhnya bisa terwujud,” papar Surya.

Menurutnya, Anies hanya menyuarakan itu di dalam forum terhormat seperti debat capres kemarin.

Surya menyayangkan pernyataan Jokowi yang terkesan membela Prabowo, yang seperti menepis air di dulang merusak muka sendiri.

“Mungkin tidak masalah kalau beliau merasa harus mendukung anaknya, tetapi jangan sampai mengganggu proses demokrasi kita karena kepentingan pribadi seperti itu,” tegas Surya Tjandra.

Dia pun meminta semua pihak jujur dalam pikiran, untuk bisa tetap jujur di dalam tindakan.

“Terlebih bagi seorang Presiden, pelaksana amanah rakyat tertinggi di negeri ini. Saya percaya Pak Jokowi, kalau masih seperti yang kami kenal dulu, masih punya hati mendengar masukan ini,” pungkasnya. (NVR)

By Editor1