JAKARTA, AKURATNEWS.co- Akhirnya, setelah sekitar enam tahun penantian. film ‘Lafran’ yang diangkat dari cerita perjuangan salah satu pahlawan Indonesia, Lafran Pane tayang di bioskop tanah air mulai 24 Juni.

Diproduksi enam tahun lalu dan sempat terhalang pandemi Covid-19, film yang diperkuat sejumlah aktor yaitu Dimas Anggara, Mathias Muchus, Tanta Ginting, Ariyo Wahab, Lala Karmela hingga Farandik ini sebenarnya telah keliling ke-22 kota dalam tajuk Maraton Pertunjukan Khusus dengan kurang lebih 220 layar telah digunakan mengakomodasi 28.000-an penonton.

Maraton Pertunjukan Khusus, 20 Juni 2024 menjadi rangkaian acara nonton bareng sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme penonton di seluruh Indonesia, utamanya para kader HMI, simpatisan maupun penonton umum.

“Kami ingin film biografi seperti Lafran ini bisa menginspirasi anak-anak milenial saat ini. Ucapan Pak Lafran bahwa saya lillahi ta’ala untuk Indonesia itu semacam semangat dalam memperjuangkan sesuatu dengan cara tidak instan. Semangat tentang wawasan kebangsaan yang ingin kami bagikan kepada penonton,” jelas Ketua Presidium KAHMI sekaligus produser film ‘Lafran’, Ahmad Doli Kurnia Tanjung di sela rilis film ini, Kamis (20/6).

Ahmad Doli pun optimis setelah melihat antusiasme penonton di 22 kota yang dihadirinya. Anggota KAHMI, Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan simpatisan bergerak dan menyelenggarakan acara Pertunjukan Khusus secara maraton. Jakarta dan Lampung menjadi kota awal perjalanan Maraton Pertunjukan Khusus film Lafran.

Ia menambahkan pertunjukan khusus film ‘Lafran’ tidak akan berhenti meskipun film sudah rilis secara nasional. Semangat perjuangan Lafran Pane layak menjadi teladan bagi kader-kader HMI, simpatisan maupun penonton film Indonesia.

“Pikiran dan semangat Lafran Pane soal ke-Indonesiaan menjadi aktual dan kontekstual dalam menjaga keutuhan bangsa dan umat. Kami ingin target minimal 150 ribu kader HMI maupun simpatisan menyaksikan film Lafran, baik sebelum dan sesudah film dirilis secara resmi di 20 Juni 2024 nanti,” imbuh Arief Rosyid, Produser Eksekutif film ‘Lafran’.

Arief juga menambahkan film biografi seperti Lafran ini harus dibuat dan harus ada untuk membuka ruang-ruang kesadaran, menginspirasi dan memotivasi anak-anak muda masa kini.

“Saat ini, film Lafran ini seakan menjadi film ‘laen’. Sukses bertubi film-film horor menjadikannya sebagai film arus utama, kondisi ini seakan menisbikan film-film biografi seperti Lafran. Itu sebabnya, kami menyebut film Lafran ini sebagai film ‘benar-benar laen’,” ucap Deden Ridwan, salah satu produser film Lafran menyitir satu judul film box office 2024 .

Dalam kesempatan ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian hadir bersama Ketua Komite I DPD, Fachrul Razi, dan Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung serta diikuti segenap kader dan alumni HMI.

Film yang disutradarai Faozan Rizal ini mengambil lokasi produksi di Sipirok, tanah kelahiran Lafran Pane di Padang Sidempuan, lalu Yogyakarta dan Jakarta.

Sebagai film yang benar-benar ‘laen’, rasanya film Lafran bisa memantik kerinduan penonton film Indonesia memenuhi bioskop-bioskop di 24 Juni 2024 nanti. (NVR)

By Editor1