JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pemerintah Prancis meningkatkan status siaga kebakaran hutan hingga memperketat sejumlah kebijakan darurat di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa.
Kebijakan ini meliputi pengerahan layanan darurat dan militer, pembatasan konsumsi alkohol di ruang publik, hingga pembatalan sejumlah kegiatan olahraga luar ruangan.
Sekitar sepertiga wilayah Prancis saat ini berada dalam peringatan cuaca merah nasional. Suhu diperkirakan mencapai 40 derajat celsius di beberapa wilayah pada Sabtu (20/6/2026) dengan prakiraan yang menunjukkan kondisi lebih panas pada hari berikutnya.
Seiring minimnya penggunaan pendingin udara di Prancis, pemerintah dan otoritas lokal mengambil berbagai langkah mitigasi. Misalnya di Paris, Menara Eiffel dan sejumlah lokasi publik lainnya memasang stasiun penyemprot air untuk membantu mendinginkan pengunjung.
Gelombang panas ini menjadi perhatian serius otoritas Eropa. Kantor Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Eropa mencatat lebih dari 200.000 kematian terkait panas dalam empat tahun terakhir, yang sebagian besar dinilai sebenarnya dapat dicegah.
WHO juga memperingatkan suhu di atas rata-rata diperkirakan kembali terjadi sepanjang musim panas ini, yang memicu terjadinya peningkatan risiko kelelahan hingga serangan panas yang berpotensi fatal.
WHO Eropa mendorong negara-negara untuk menerapkan rencana penanggulangan panas, seperti menyediakan pusat pendinginan, pengaturan jam kerja fleksibel, hingga penyesuaian waktu kerja untuk menghindari paparan sinar matahari di siang hari.
Pemerintah Prancis meminta penyelenggara acara seperti konser musik atau festival untuk membatasi konsumsi alkohol untuk menjaga ketertiban, serta mengurangi beban layanan darurat.
Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menggelar rapat darurat pada Jumat (19/6/2026) untuk membahas gelombang panas yang disebut badan meteorologi negara tersebut sebaagi kondisi yang meluas, berlangsung lama, dan intens.
Lecornu juga meminta para menteri untuk menyiapkan strategi adaptasi jangka panjang menghadapi gelombang panas pada masa depan, termasuk mempertimbangkan penggunaan pendingin udara bila diperlukan./Agn.
