BANDUNG, AKURATNEWS.co – Pasca insiden ‘adu banteng’ antara KA Turangga dan KRL Bandung Raya di lintasan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka, Jumat (5/1), PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan jalur kecelakaan ini sudah sudah steril dan dapat dilalui kereta api dengan kecepatan maksimal 20 km per jam.
Dua rangkaian kereta yang mengalami insiden ini sudah berhasil dievakuasi pada Sabtu (6/1) dini hari sekira pukul 04.00 WIB. Kedua kereta tersebut langsung di bawa ke Dipo Stasiun Bandung. Dengan telah dievakuasi gerbong kereta tersebut, Daop 2 Bandung, memastikan jalur kereta api bisa dilalui sejak hari ini setelah selesai pengecekan dan perbaikan pada bantalan rel.
Dijelaskan Manager Humas Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi, seluruh proses evakuasi telah selesai dilakukan. Petugas pun tengah melakukan pengecekan dan perbaikan bantalan rel di sepanjang jalur stasiun Cicalengka dan stasiun Haurpugur.
“Jalur di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka sudah dapat dinormalisasi petugas dan dinyatakan aman oleh tim Jalan dan Jembatan Daop 2 Bandung pada pukul 06.30 WIB. Kemudian jalur KA dilakukan uji coba dengan dua lokomotif dengan kecepatan 5 km/jam pada pukul 07.28 WIB,” jelas Ayep, Sabtu (19/1).
Sementara itu, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan kereta api pertama yang sudah melintasi jalur tersebut yaitu KA Cikuray (KA.267) relasi Garut-Pasarsenen pada 08:56 WIB.
“Saat ini jalur rel sudah bisa dilalui dengan kecepatan terbatas. Sejumlah perbaikan rel dengan memperkuat tubuh rel terus dilaksanakan agar kereta api dapat beroperasi dengan kecepatan normal kembali,” ujar Joni, Sabtu (6/1).
Menurutnya, KAI akan memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak kecelakaan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. (NVR)
