TANGERANG, AKURATNEWS.co – Pendidikan adalah kunci utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tanpa SDM yang mumpuni, pembangunan infrastruktur masif yang sedang digencarkan pemerintah tak akan berdampak optimal.

Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Halukdi saat membuka GenIUS Expo (GExpo) 2026 di Ballroom Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua (GenIUS), Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6).

“Tidak ada cara lain yang bisa buat sumber daya manusia itu bangkit, hanya dengan pendidikan,” kata Ribka.

Ribka mengapresiasi peran Sekolah GenIUS yang selama lebih dari 12 tahun menyiapkan generasi muda unggul dan berdaya saing, khususnya dari Indonesia Timur termasuk Papua.

Ia menilai program GenIUS sejalan dengan agenda nasional menyiapkan SDM menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Bagaimana menyiapkan sumber daya manusia untuk mencapai 2045 Indonesia Emas. Aspek SDM menjadi prioritas pertama untuk membangun Indonesia menjadi negara maju dan berkembang,” ujarnya.

Perhatian khusus diberikan Ribka pada peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Papua. Ia melihat langsung perubahan siswa yang sebelumnya terbatas akses, kini punya kepercayaan diri, wawasan, dan cita-cita lebih besar setelah mendapat pendidikan layak di GenIUS.

“Kami harapkan para gubernur dan bupati terus memberikan dukungan dan mudah-mudahan masih banyak lagi anak-anak Papua yang bisa bersekolah di sini, supaya disiapkan karena benar-benar kita ingin mendapatkan sebuah perubahan,” tegasnya.

Ribka juga terkesan dengan hasil karya dan inovasi siswa di GExpo 2026. Para peserta sudah dibiasakan belajar dan bekerja berbasis data dan riset, metode yang penting untuk membentuk generasi siap hadapi tantangan global.

GExpo 2026 ini berlangsung 8–12 Juni 2026 dan menjadi ajang tahunan bagi siswa GenIUS mempresentasikan hasil penelitian, inovasi, dan pengembangan bakat. Tahun ini diikuti 449 peserta didik dari berbagai daerah Indonesia Timur.

Sebanyak 149 penelitian dipamerkan. Temanya dekat dengan persoalan dan potensi daerah asal, mulai dari kesehatan, energi terbarukan, lingkungan, ekonomi daerah, teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan masyarakat.

Beberapa penelitian yang jadi sorotan:

– Kesehatan: Nikson Oropka dari Pegunungan Bintang, Arenst Kafiar dari Boven Digoel, dan Linus Walam dari Pegunungan Bintang meneliti kandungan senyawa aktif tanaman Tali Kuning (Arcangelisia flava), tanaman obat tradisional Papua, untuk potensi penanganan malaria.
– Komoditas lokal: Jerekia Bagau dari Intan Jaya meneliti kandungan kafein Kopi Arabika Menebega guna mendukung daya saing kopi daerah.
– Lingkungan: Arsi Rosita Lorensi Sofianti dari Boven Digoel mengembangkan alat pencacah dan pengaduk sampah organik skala mini untuk mengolah limbah asrama jadi kompos.
– Energi terbarukan: Henry Gabriel Modouw dan Gerald Christopher Andrey Asya Awi dari Kota Jayapura memanfaatkan limbah kulit buah matoa sebagai sumber energi lewat sistem termoelektrik generator.
– Ekonomi: Hucein Jultikara Rumonin dari Ambon mengkaji sektor unggulan di Kawasan Ekonomi Khusus Sorong untuk memahami peluang ekonomi Indonesia Timur.

Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua (GenIUS) adalah sekolah berbasis riset yang sudah lebih dari 12 tahun mendampingi siswa dari Indonesia Timur. Hingga kini ratusan alumninya berhasil lanjut kuliah di perguruan tinggi dalam dan luar negeri melalui beasiswa penuh.

Lewat GExpo 2026, GenIUS ingin menunjukkan bahwa generasi muda dari daerah punya kapasitas besar berkontribusi pada pembangunan bangsa, asal diberi akses pendidikan berkualitas dan ruang untuk berkembang.

“Melalui ratusan penelitian yang dipamerkan, GExpo 2026 ingin menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia Timur mampu menghasilkan gagasan dan temuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerahnya,” tutup pihak sekolah. (NVR)

By editor2