JAKARTA, AKURATNEWS.co – Komite Banding FIFA (FAC) resmi menolak banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait sanksi penggunaan dokumen palsu tujuh pemain naturalisasi. Dengan keputusan ini, hukuman yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin FIFA (FDC) pada 26 September tetap berlaku.
FAC mengumumkan hasil sidang pada Minggu (2/11/2025) pukul 21.00 WIB, tiga hari lebih lambat dari prediksi FAM. “Setelah analisis dan sidang, FAC memutuskan untuk menolak banding tersebut,” demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan FIFA.
Sanksi tersebut berkaitan dengan dugaan pemalsuan akta kelahiran yang digunakan dalam proses naturalisasi para pemain. Dalam dokumen yang dikirimkan ke FIFA, FAM menyatakan bahwa kakek atau nenek para pemain tersebut lahir di Malaysia, sebagai dasar legal naturalisasi melalui garis keturunan.
Namun, hasil investigasi FIFA membuktikan bahwa dokumen tersebut tidak valid. Akta kelahiran asli menunjukkan bahwa leluhur mereka justru lahir di Argentina, Belanda, dan Spanyol.
Komite Disiplin FIFA menilai FAM lalai dan bahkan terlibat dalam pemalsuan dokumen untuk meloloskan para pemain tersebut agar dapat tampil di tim nasional.
FAM menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa semua dokumen pemain telah diverifikasi sesuai prosedur. “Kami bertindak dengan itikad baik dan mengikuti semua ketentuan FIFA,” ujar pernyataan resmi FAM.
Kini, FAM memiliki waktu 10 hari untuk meminta laporan banding lengkap kepada FAC, dan 21 hari untuk mengajukan banding lanjutan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Kasus ini berpotensi berdampak besar pada kelanjutan kiprah Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027. Meski saat ini masih memimpin klasemen dengan 12 poin dari empat laga, tim Negeri Jiran bisa saja kalah WO 0-3 atau bahkan didiskualifikasi karena memainkan pemain tidak sah melawan Nepal dan Vietnam.
Keputusan akhir akan ditentukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah seluruh proses hukum tuntas. Menurut Sekretaris Jenderal AFC, John Paul Windsor, keputusan akhir tidak akan melampaui 31 Maret 2026, bertepatan dengan berakhirnya babak kualifikasi.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi federasi sepak bola nasional agar mematuhi aturan FIFA secara ketat dan tidak mengabaikan keabsahan dokumen pemain naturalisasi./Ib. Foto: Istimew.
