JAKARTA, AKURATNEWS.co – Amerika Serikat (AS) memulai latihan pertahanan terbesarnya bersama Filipina pada Senin (20/4/2026), menegaskan upaya Washington dalam mempertahankan kehadiran militer di Indo-Pasifik untuk melawan pengaruh China di tengah perang di Timur Tengah.
Latihan militer “Balikatan” tahun ini juga akan melibatkan jumlah pasukan terbanyak sepanjang sejarah, di mana negara-negara peserta mengirimkan lebih dari 17.000 personel untuk mengikuti latihan maritim dan tembak-menembak langsung. Ini termasuk Jepang, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Prancis.
Dimulainya latihan militer tahunan AS-Filipina ini terjadi sehari setelah China mengirimkan sekelompok kapal perang untuk menggelar latihan di Samudra Pasifik Barat, sementara Jepang untuk kali pertama bergabung dalam latihan Balikatan—yang berarti “bahu-membahu” dalam bahasa Tagalog.
“Terlepas dari tantangan di belahan dunia lain, fokus AS pada Indo-Pasifik dan komitmen teguh kami terhadap Filipina tetap tak tergoyahkan,” kata Letnan Jenderal Korps Marinir AS Christian Wortman saat pembukaan latihan di markas militer Filipina di Manila.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi juga diperkirakan akan menyaksikan latihan penenggelaman kapal bulan depan.
Latihan yang diperluas ini diadakan di tengah ketegangan baru dalam perang Iran. Konflik tersebut telah menyebabkan harga minyak mentah melonjak, mengancam memperlambat pertumbuhan ekonomi di seluruh Asia. Hal ini juga telah memperburuk hubungan AS dengan sekutu, sementara Washington tampak melemah di hadapan musuh-musuhnya.
Menjelang latihan, AS menampilkan nada yang meyakinkan. Kolonel AS Robert Bunn, juru bicara acara tersebut, sebelumnya menyoroti pentingnya kawasan ini dan komitmen Amerika terhadap aliansinya.
Latihan militer ini juga dilakukan di tengah ketegangan yang masih berlanjut antara China dengan sekutu utama AS di Asia. Beijing pekan lalu menuduh Tokyo menimbulkan “masalah” dengan kehadiran kapal Pasukan Bela Diri Jepang di Selat Taiwan.
China dan Filipina terlibat dalam perselisihan di Laut China Selatan yang disengketakan, dengan dugaan penggunaan sianida dan suar oleh Beijing baru-baru ini memperparah ketegangan.
Saat pemerintahannya berhadapan dengan China, Presiden Ferdinand Marcos Jr memperkuat aliansi pertahanan Filipina dengan AS, sekaligus menandatangani perjanjian militer baru-baru ini dengan Prancis, Kanada, dan Selandia Baru.
Perluasan latihan tahun ini “menunjukkan bahwa semakin banyak negara yang bekerja menuju tujuan bersama, yaitu mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata juru bicara militer Filipina Kolonel Francel Margareth Padilla.
Angkatan bersenjata negara Asia Tenggara ini juga menegaskan bahwa latihan tersebut tidak didasarkan pada persaingan geopolitik apa pun./Ib.
