Ford LibatkanPuluhan Eksekutif untuk Penentuan Nama Kendaraan Barunya

0
Ford

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Ford mengungkap proses panjang di balik penamaan mobil baru yang melibatkan puluhan eksekutif, riset terhadap sekitar 2.000 konsumen, pemeriksaan hukum, serta pengujian bahasa untuk pasar internasional.

Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat itu menyebut penentuan nama kendaraan bukan sekadar mencari kata yang menarik, melainkan keputusan yang harus melewati berbagai tahapan persetujuan sebelum diperkenalkan kepada publik.

Scott Hauman, kepala nomenklatur global Ford, memimpin tim yang menargetkan penamaan hampir 100 kendaraan, fitur, dan layanan sepanjang 2026. Proses tersebut mencakup pengembangan nama baru hingga pemeriksaan berbagai pertimbangan yang menentukan apakah sebuah nama layak digunakan secara resmi.

Menurut Hauman, sebuah nama harus mendapatkan persetujuan dari sekitar 30 hingga 40 orang di lingkungan internal Ford sebelum dapat digunakan dalam siaran pers. Kelompok tersebut mencakup eksekutif senior yang memiliki kewenangan untuk menolak usulan nama, sehingga tim harus kembali mencari alternatif.

Hauman membandingkan proses persetujuan tersebut dengan pengesahan undang-undang di Washington. Ia mengatakan penamaan merupakan salah satu bidang yang paling subjektif karena setiap orang memiliki pendapat sendiri mengenai pilihan nama yang tepat.

Bahkan ketika sebuah nama mendapat dukungan dari jajaran internal perusahaan, Ford masih perlu mempertimbangkan tanggapan calon konsumen. Untuk itu, perusahaan menguji kandidat nama melalui panel riset privat yang melibatkan sekitar 2.000 konsumen.

Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya Ford untuk mengetahui bagaimana nama tertentu diterima oleh masyarakat sebelum digunakan pada kendaraan, fitur, atau layanan baru. Namun, lolos dari persetujuan internal dan riset konsumen belum menjamin sebuah nama akan dipilih.

Tahap berikutnya adalah pemeriksaan hukum untuk memastikan nama yang diusulkan tidak melanggar hak merek dagang milik perusahaan lain. Tim hukum Ford memeriksa setiap kandidat nama untuk mengidentifikasi potensi konflik kepemilikan merek.

Nama yang telah melewati persetujuan internal dan pengujian konsumen tetap dapat ditolak apabila hak penggunaannya ternyata dimiliki pihak lain. Karena itu, pemeriksaan hukum menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penentuan nama produk.

Ford juga harus mempertimbangkan perbedaan bahasa dan budaya di berbagai negara. Nama yang terdengar kuat atau menarik dalam bahasa Inggris belum tentu memiliki arti yang sesuai dalam bahasa lain. Dalam beberapa kasus, sebuah nama dapat terdengar janggal atau tidak memiliki makna yang jelas ketika digunakan di pasar berbeda.

Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting ketika Ford memilih nama untuk produk yang dipasarkan secara internasional. Perusahaan perlu memastikan nama yang digunakan dapat diterima di berbagai pasar, sekaligus memenuhi persyaratan hukum yang berlaku.

Hauman mengatakan pekerjaannya terkadang terasa lebih menyerupai tugas seorang jaksa yang menyusun perkara untuk dibawa ke hadapan hakim daripada pekerjaan di bidang pencitraan merek. Perumpamaan itu menggambarkan banyaknya pertimbangan yang harus disiapkan sebelum sebuah usulan nama memperoleh persetujuan akhir.

Ia juga mengakui bahwa penolakan terhadap nama yang telah dikembangkan timnya tetap terasa mengecewakan, meskipun pengalaman tersebut menjadi bagian dari pekerjaannya. Menurut Hauman, rasa kecewa itu tidak serta-merta berkurang meski tim telah menangani banyak proses penamaan.

Proses tersebut menunjukkan bahwa nama yang akhirnya terlihat sederhana pada kendaraan Ford dapat melewati rangkaian pertimbangan yang panjang. Di balik keputusan akhir, perusahaan harus menyeimbangkan pendapat para eksekutif, hasil riset konsumen, perlindungan merek dagang, serta kesesuaian bahasa untuk pasar yang dituju./Ib. Sumber. VOI. Foto: Istmewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *