FRANKFURT, AKURATNEWS.co – Direktorat Jenderal Imigrasi terus meningkatkan layanan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri dengan peluncuran layanan penerbitan Paspor Elektronik (E-Paspor) di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Frankfurt, Jerman.

Peluncuran yang dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Silmy Karim ini menandai langkah penting dalam mempermudah akses layanan imigrasi bagi ribuan WNI yang tinggal di wilayah kerja KJRI Frankfurt.

Pada acara peluncuran yang berlangsung di KJRI Frankfurt, paspor elektronik pertama diserahkan langsung Silmy Karim kepada Antonius Yudi Triantoro, Konsul Jenderal RI Frankfurt, dan Gwenda Praya Kinanti, salah satu WNI yang tinggal di Jerman.

“Kami berharap dengan adanya layanan ini, masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah kami dapat lebih mudah dalam mengurus keperluan imigrasi mereka,” ungkap Antonius dalam sambutannya.

Peluncuran layanan paspor elektronik di Frankfurt ini menjadikan kota tersebut sebagai perwakilan RI ke-10 yang melayani penerbitan e-Paspor, setelah Singapura, Tokyo (Jepang), Seoul (Korea Selatan), Den Haag (Belanda), Jeddah (Arab Saudi), Los Angeles (Amerika Serikat), Berlin (Jerman), Sydney (Australia), dan Beijing (Tiongkok).

Dengan adanya layanan ini, WNI di wilayah kerja KJRI Frankfurt dapat lebih mudah melakukan penggantian atau pembuatan paspor baru.

Antonius Yudi menegaskan pentingnya layanan E-Paspor di Frankfurt, mengingat jumlah WNI di wilayah kerjanya terus meningkat, terutama dari kalangan mahasiswa dan tenaga kerja di sektor kesehatan.

“Lebih dari 17.000 WNI berada di wilayah kerja KJRI Frankfurt, dan ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran layanan imigrasi yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Dalam pengembangan layanan imigrasi di Jerman, dukungan dari Atase Imigrasi di Berlin menjadi faktor kunci. Mereka turut membantu menyediakan layanan reach out atau Eazy Passport di beberapa kota lain yang masuk dalam wilayah kerja KJRI Frankfurt.

Wilayah kerja KJRI Frankfurt sendiri meliputi enam negara bagian di Jerman, yaitu Hessen, Baden-Württemberg, Bayern, Nordrhein-Westfalen, Rheinland-Pfalz, dan Saarland, dengan total area lebih dari setengah luas negara tersebut.

“Kehadiran layanan E-Paspor di Frankfurt akan mempermudah WNI yang tinggal di wilayah kerja kami, terutama untuk urusan studi dan pekerjaan. Dengan proses yang lebih cepat dan praktis, kami harap layanan ini dapat mengurangi beban WNI yang memerlukan penggantian paspor,” lanjut Antonius.

Seiring dengan peningkatan jumlah WNI, KJRI Frankfurt mengalami lonjakan kebutuhan layanan publik, terutama dalam dua tahun terakhir. Dengan adanya layanan paspor elektronik, diharapkan kebutuhan tersebut dapat terlayani dengan lebih baik.

Layanan ini tidak hanya mempercepat proses pengajuan paspor, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pemegang paspor dalam perjalanan internasional.

Selain meluncurkan layanan E-Paspor di Frankfurt, Silmy juga meluangkan waktu untuk mengunjungi layanan imigrasi di Dusseldorf. Di sana, ia berdialog dengan sejumlah perwakilan masyarakat Indonesia yang menyampaikan aspirasi mereka terkait layanan keimigrasian dan kewarganegaraan.

Mereka juga memberikan masukan penting untuk peningkatan layanan publik yang lebih luas.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan peningkatan layanan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, demi memastikan seluruh WNI dapat merasakan manfaatnya,” tegas Silmy dalam sesi dialog tersebut.

Dengan peluncuran layanan paspor elektronik ini, diharapkan WNI di Jerman, khususnya di wilayah kerja KJRI Frankfurt, dapat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan dokumen perjalanan internasional mereka. Layanan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi WNI di luar negeri. (NVR)

By Editor1