KUALA LUMPUR, AKURATNEWS.co – Usaha Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) memperkuat tim nasional (Timnas)-nya dengan merekrut pemain keturunan dan naturalisasi terus sandungan. Terbaru, para pemain yang diincar menyangkal memiliki hubungan darah dengan negeri Jiran ini.
Seperti diungkapkan Pemangku Sultan Johor, Tunku Ismail, melalui akun media sosialnya menyebut jika sejumlah pemain calon naturalisasi justru mempertanyakan keberadaan Malaysia.
“Kalau ditanya, malah ada yang tidak tahu Malaysia itu di mana. Kata-kata persisnya adalah: ‘Saya bukan orang Malaysia, dan Malaysia itu di mana sih?'” tulis Tunku Ismail.
Sebagai contoh, kasus terbaru yang melibatkan gelandang Burnley, Josh Brownhill. Ia membantah memiliki hubungan darah dengan Malaysia. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Brownhill menegaskan bahwa dirinya hanya memiliki kewarganegaraan Inggris.
“Hanya ingin menjelaskan situasi dari rumor yang beredar saat ini. Satu-satunya kewarganegaraan saya adalah Inggris, dan saya bukan orang Malaysia seperti yang mungkin dipikirkan beberapa orang,” ujar Brownhill.
Ia juga menyatakan rasa terima kasih atas dukungan yang diterimanya, meski ia tidak memiliki keterkaitan dengan Malaysia.
Selain Brownhill, beberapa pemain lain yang masuk radar FAM juga telah memberikan penolakan. Pemain Chelsea Kiernan Dewsbury-Hall, Marcus Tavernier (AFC Bournemouth), dan Zian Flemming (Burnley) termasuk di antara nama-nama yang disebut memiliki keterkaitan minim atau tidak sama sekali dengan Malaysia.
Selain pemain di Liga Inggris, FAM juga menjajaki sejumlah pemain yang pernah bermain di liga-liga Belanda, Belgia, dan Australia. Nama-nama seperti Jamie Shackleton (Sheffield United), Taylor Moore (Bristol Rovers), Harvey Knibbs (Reading FC), dan Andy Smith (Hull City) disebut masuk dalam daftar pantauan.
Kasus yang dihadapi FAM mencerminkan tantangan serupa yang juga dialami negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam merekrut pemain naturalisasi. Minimnya keterikatan emosional dan geografis sering menjadi penghalang dalam membangun kesuksesan jangka panjang melalui strategi naturalisasi. (NVR)
